Pengkajian PHBS

Tahapan Pengkajian pada Pelaksanaan manajemen PHBS

Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan, diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian.Penjelasan dari tahapan tersebut sebagai berikut :

Dalam Tahapan Pengkajian ini dikenal dengan program promosi kesehatan yang terdapat model pengkajian dan penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari konsep L W Green. Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta cara menindaklanjutinya dengan berusaha mengubah, memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut kearah yang lebih positif. Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri, sedang proses penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan. Dengan demikian manajemen PHBS adalah penerapan keempat proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan. Kualitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat sesejahteraan. Diharapkan semakin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. kualitas hidup ini salah satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. Semakin tinggi derajat kesehatan seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi.

Derajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bidang kesehatan, dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masalah kesehatan yang sedang dihadapi. Yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan seseorang adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. Contoh seseorang menderita diare karena minum air yang tidak dimasak (masalah perilaku), seseorang menderita kanker paru padahal orang itu tidak merokok tetapi kehidupannya tidak lepas dari lingkungan kerja yang merokok (masalah lingkungan).

Faktor lingkungan adalah faktor fisik, biologis dan sosial budaya yang langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan. Faktor perilaku dan gaga hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanva aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingk-umgannya. Faktor perilaku akan terjadi apabila ada rangsangan, sedangkan gaga hidup merupakan pola kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan karena jenis pekerjaannya mengikuti trend yang berlaku dalam kelompok sebayanya, ataupun hanya untuk meniru dari tokoh idolanya. Contoh seseorang yang mengidolakan aktor atau artis yang tidak merokok.

Dengan demikian suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu. Ada 3 faktor penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku tertentu yaitu faktor pemungkin, faktor pemudah dan faktor penguat.Penjelasan tentang ketiga faktor tersebut adalah sebagai berikut :

Faktor pemungkin adalah faktor pemicu terhadap perilaku yang memungkinkan suatu motivasi atau aspirasi terlaksana. Ternasuk didalamnya keterampilan petugas kesehatan, ketersediaan sumber daya dan komitmen masyarakat atau pemerintah terhadap kesehatan. Contoh petugas penyuluhan menyarankan agar masyarakat dapat mengkonsumsi tempe, karena selain murah juga mengandung gizi yang tinggi. Tetapi karena di daerah tersebut tidak ada produsen tempe, maka hal tersebut tidak dapat diterapkan.

Faktor pemudah adalah faktor pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi dasar atau motivasi bagi perilaku. Misalnya pengetahuan, sikap, keyakinan dan nilai yang dimiliki oleh seseorang. Contoh seseorang tidak merokok karena mereka yakin bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan.

Faktor penguat adalah faktor yang menentukan apakah tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Faktor ini terwujud dalam bentuk sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lainnya yang merupakan kelompok yang dipercaya oleh masyarakat. Contoh petugas kesehatan memberikan keteladanan dengan melakukan cuci tangan sebelum makan, atau selalu minum air yang sudah dimasak.

Ketiga faktor penyebab tersebut di atas dipengaruhi oleh faktor penyuluhan dan faktor kebijakan. peraturan serta organisasi. Semua faktor faktor tersebut merupakan ruang lingkup promosi kesehatan. Faktor lingkungan adalah segala faktor bail: fisik. biologis maupun sosial budaya yang langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi derajat kesehatan.

Promosi kesehatan adalah -proses memandirikan masyarakat agar dal memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Ottawa Charter 1986).Prom kesehatan lebih menekankan pada lingkungan untuk terjadinya perubahan perilaku. Contohnya masyarakat dihimbau untuk membuang sampah di tempatnya, selanjutnya diterbitkan peraturan dilarang membuang sampah sembarangan. Himbauan dan peraturan tidak akan berjalan, apabila tidak diikuti dengan penyediaan fasilitas tempat sampah yang memadai.

Demikian penjelasan singkat mengenai precede proceed model yang dikaitkan dengan program PHBS. Selanjutnya sebelum melaksanakan langkah-langkah manajemen PHBS, terlebih dahulu dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi :

1. Persiapan sumber daya manusia, tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen pengelola program Promkes, bentuk kegiatanya yaitu :

a. Pemantapan program PHBS bagi pengelola program Promkes (internal)

b. Sosialisasi dan advokasi kepada para pengambil keputusan

c. Pertemuan lintas program dan pertemuan lintas sektor

d. Pelatihan PHBS

e. Lokakarya PHBS

f. Pertemuan koordinasi dengan memanfaatkan forum yang sudah benjalan baik resmi maupun tidak resmi.

2. Persiapan teknis dan administratif, tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana baik jumlah, jenis maupun sumbernya serta dana yang, diperlukan.

Persiapan administrasi, dilakukan melalui :

a. Surat menyurat, membuat surat undangan, dll.

b. Penyediaan ATK, transportasi, AVA, dana, dll.

c. Pencatatan dan pelaporan.

d. Pemantauan.

Tujuan pengkajian adalah untuk mempelajari, menganalisis dan merumuskan masalah perilaku yang berkaitan dengan PHBS. Kegiatan pengkajian meliputi pengkajian PHBS secara kuantitatif, pengkajian PHBS secara kualitatif dan pengkajian sumber daya (dana, sarana dan tenaga)

Pengkajian masalah PHBS secara kuantitatif. Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut :

a. Pengumpulan Data Sekunder

Kegiatan ini meliputi data perilaku dan bukan perilaku yang berkaitan dengan 5 program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan lingkungan, gaya hidup, dan JPKM dan data lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah. Data tersebut dapat dipefoleh dari Puskesmas, Rumah Sakit dan sarana pelayanan kesehatan lainnya. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sebagai informasi pendukung untuk memperkuat permasalahan PHBS yang ditemukan di lapangan. Selanjutnya dibuat simpulan hasil analisis data sekunder tersebut.

Hasil yang diharapkan pada tahap pengkajian ini adalah :

  • Teridentifikasinya masalah perilaku kesehatan di wilayah tertentu
  • Dikembangkannya pemetaan PHBS pertatanan
  • Teridentifikasinya masalah lain yang berkaitan (masalah kesehatan, faktor penyebab perilaku, masalah pelaksanaan dan sumber daya penyuluhan, masalah kebijakan, administrasi, organisasi.
  • Dan lain-lain.

b. Cara Pengambilan Sampel PHBS Tatanan Rumah Tangga

Dalam melaksanakan pengumpulan data perilaku sehat di tatanan rnunah tangaa secara keseluruhan terlalu berat untuk dilaksanakan, hal ini disebabkan karena keterbatasan dana, waktu dan sumber daya yang ada. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diambil sampel yang dapat mewakili populasi. Metoda Pengambilan sampel perilaku sehat di tatanan nunah tangga adalah dengan rapid survai atau survai cepat (terlampir). Sedangkan untuk tatanan lainnya dapat dilakukan keseluruh populasi. Berikut ini cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga di tingkat kabupaten/kota.

Di tingkat kabupaten/kota kluster dapat disetarakan dengan kelurahan atau desa. Ada 2 tahapan kluster yang digunakan untuk tatanan rumah tangga, tahap pertama dapat dipilih sejumlah kluster (kelurahan /desa), tahap kedua ditentukan rumah tangganya. Langkah-langkah cara pengambilan sampel tatanan rumah tangga :

Langkah 1 : List kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten

Langkah 2 : Tulis jumlah desa yang berada pada masingmasing kecamatan

Langkah 3 : Beri nomor urut desa mulai no 1 sampai terakhir

Langkah 4 : Hitung interval desa dengan cara total desa / 30 = X

Langkah 5 : Tentukan nomor Muster pertama desa. dengan mengundi nomor unit desa.

Selanj utnya desa kedua dapat ditentukan dengan menambahkan interval. Demikian seterusnya hingga diperoleh 30 kluster.

Langkah 6 : Dan desa yang terpilih diambil secara acak 7 rumah tangga.

c. Analisis dan Pemetaan PHBS

Berdasarkan hasil pendataan, data tersebut diolah dan dianalisis dengan cara manual atau dengan menggunakan program EPI INFO. Selanjutnya dapat dibuat pemetaan nilai IPKS (Indeks Potensi Keluarga Sehat) dan nilai PHBS sehat I, sehat II. sehat III dan sehat IV. Berdasarkan hasil pemetaan, diharapkan semua masalah PHBS dapat diintervensi dengan tepat dan terarah.

Pemetaan ini berguna sebagai potret untuk mengetahui permasalahan yang ada di masyarakat dan memotivasi pengelola program untuk meningkatkan klasifikasi PHBS. Diharapkan masyarakat yang bersangkutan, lintas sektor. LSM peduli kesehatan, swasta khususnya Pemda kabupaten / kota dan TP PKK mempunyai komitmen untuk mendukung PHBS. Berdasarkan kajian perilaku dan pemetaan wilayah, maka dihasilkan Pemetaan PHBS, ditentukan prioritas masalah perilaku kesehatan, dan ditentukan alternatif intervensi penyuluhan.

d. Menentukan Prioritas Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang ada kemudian dilakukan analisis yang akan menjadi dasar pembuatan rencana intervensi. Caranya dengan memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan dibawah ini :

  • Dari masalah yang ada mana yang dapat dipecahkan dengan mudah ?
  • Mengapa terjadi demikian ?
  • Bagaimana penanggulangannya ?
  • Apa-rencana tindakannya ?
  • Berapa sumber dana yang tersedia ?
  • Siapa yang mengerjakan ?
  • Berapa lama mengerjakannya ?
  • Bagaimanakah jadwal kegiatan pelaksanaannya ?

Selanjutnya dilakukan strategi komunikasi PHBS, yang meliputi antara lain pesan dan media yang akan dikembangkan, metode apa saja yang digunakan. pelatihan yang perlu dilaksanakan dan menginventarisasi sektor mana saja yang dapat mendukung PHBS.

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang