Headline

AIR TERJUN BATU LAPIS Dan 7 BIDADARI

AIR TERJUN BATU LAPIS Dan 7 BIDADARI

Pagi teman. Hari ini mari kita awali dengan do’a, begitulah ketika kami akan mengawali kegiatan hari ini. Semuanya berkumpul di Puskesmas Pasrujambe pukul 07.00 WIB untuk acara Jogging pagi dan mengenal serta melestarikan alam sekitaran Pasrujambe. Air Terjun Batulapis yang baru saja diresmikan Bpk. Bupati Lumajang, Sjahrazad Masdar. Tak lupa kami membawa bekal masing-masing. Semua kru Puskesmas siap dengan pakaian olahraganya dan siap berangkat. Semangat, itulah kata2 kami pagi itu.

pasru1

 

Untuk mencapai lokasi, dari puskesmas kami naik ambulance dan beberapa kendaraan pribadi. Kurang lebih 7,2 KM dari tempat kami ke pintu masuk wisata atau sekitar 20 menit ditempuh dengan kendaraan bermotor. Semuanya berkumpul, kendaraan diparkir dan mulailah kita berjalan kaki dari pintu masuk. Jarak tempuh kurang lebih 8 KM dengan berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Pasru2

 

Setapak demi setapak, turunan demi turunan dan tanjakan demi tanjakan. Perjalanan yang menyenangkan. Ada yang nyemil, ada yang bercanda gurau, ada yang tebar pesona dan raut wajah yang riang tampak mengiringi perjalanan kami. Salam, senyum dan sapa penduduk sekitar yang berpapasan membuat suasana semakin nyaman.

pasru3

Tak terasa sampailah pada pintu masuk kedua. Kanan-kiri kulihat saja pohon kopi, bukan pohon cemara teman-teman. Gemerincing aliran air sungai disisi jalan setapak menambah adem pikiran kami semua.

pasru5

 

Sampailah kita pada tujuan setelah beberapa lama perjalanan, Air Terjun Batu Lapis. WOW, Subhanallah sungguh indah ciptaanmu Ya Robb. Eitzzz, tunggu dulu teman. Disini juga punya sejarah trurunnya 7 Bidadari. Tapi ceritanya kita lanjutkan setelah makan bersama dulu ya…

pasru4

Menunya macam2, selain bergizi yang pasti mengenyangkan perut. Begitu katanya ahli gizi kami. Makan bersama terasa menyenangkan, apalagi dialam terbuka bersama teman-teman tentunya. Kami makan dengan lahapnya, dikarenakan perjalanan yang menguras tenaga. Rasanya hmmm… top-markotob, sip-markisib, good-marsogood.

pasru6

Saatnya cerita yang ditunggu-tunggu, kisah 7 bidadari. Awal kisah, konon diceritakan masyarakat sekitar Dusun Tawon Songo ada bidadari dari kahyangan sering turun dan mandi di Air Terjun Batulapis sini. Bidadarinya ada 7, cantik jelita cetar membahana badai. Setiap kali ada pelangi turun disana, dipastikan ada bidadari dari kahyangan turun untuk mandi.

pasru7

 

Ketujuh bidadari turun dari kahyangan ditemani sang Rama Agung dan Permaisurinya bernama Prabu Gajah Mabur dan Ratu Kencana Putih. Sedangkan putri-putrinya bernama kleting ling-ling, kleting merah, kleting biru, kleting ungu, kleting hijau, kleting abu-abu dan kleting ganyong. Para bidadari senang sekali turun ke bumi, mereka bercanda gurau satu sama lainnya. Selain mereka berparas cantik, pakaian yang mereka kenakan juga indah dan wangi.

pasru8

Ramanda Gajah Mabur selalu siap sedia untuk menjaga para putri bidadari yang sedang asik bermain. Ibunda Ratu mengawasi para putri bidadarinya dari balik awan. Disana kleting ling-ling senang sekali, dia bermain-main disekitar taman didekat air terjun. Kleting merah yang memang narsis diantara saudara-saudaranya memulai setiap aksinya. Kleting biru mempunyai kelebihan dimana body-nya yang sangat aduhai. Ada kleting ungu yang cerewet sekali dan kebalikannya kleting hijau yang pemalu. Kleting abu-abu yang merasa sangat bebas dan terbang kesana-kemari dengan cantiknya. Tak ketinggalan kleting ganyong yang centil dan menirukan setiap gaya ”Tong ilap nyah, pilih eke. Yuk mari… #kletingganyong”.

pasru9

pasru10

 

Disela-sela mereka bermain, ternyata mereka tidak tahu kalau jejaka kampung Dusun Tawon Songo mengintip dari kejauhan semak-semak dan pepohonan. Mereka berempat adalah sahabat yang sedang melewati pemandian bidadari sepulang dari mencari kayu dihutan. Jaka tarub, jaka tingkir, jaka tirta, jaka purwa dan jaka tole itulah nama-nama mereka. Dari kejauhan mereka mengincar selendang para putri bidadari dan hendak mencurinya. Setelah para jejaka mendapatkan selendang, para bidadari akan diperisteri dan tidak akan bisa kembali ke kahyangan kembali. Jaka tarub mendapatkan selendang kleting biru dan kleting hijau. Jaka tingkir mendapatkan selendang kleting ling-ling, kleting ungu dan kleting abu-abu. Sedangkan jaka tole sangat apes karena mendapatkan selendang kleting ganyong ”Bah wesss, sak ono’e tak trimo #jokotole”. Namun ada yang sangat sedih, karena 2 sahabat yaitu jaka tirta dan jaka purwa yang tidak kebagian mendapatkan satupun selendang para putri bidadari.

pasru11

 

Ketua Redaksi, Yulius Warta K

pasru12

Tim Assololey Promkes Pasrujambe

Sekretaris, Sylvia Agustin

Redaktur Pelaksana, Ninik Aisyah

Redaktur Ahli, dr. Siska Yuni Fitria

Mitra Bestari

Editor, Misan, Putri Dwi C, Husnul H

Fotografer, Yulius Warta K dkk

Wardrobe, Priyo Utomo, Melly Prasetyaningsih

Stunt Man, Supryayogi, L. Sunhaji, Endang, Agus-agus

Sie. Konsumsi, Farida, Mbak Yun, Mbak Ayik

 

 

 

Pasrujambe, 26 Agustus 2013

 

 

   drg. R Nawang Yessi O

Itulah sepenggal kisah dari kegiatan jalan-jalan kami kala itu. Selain kita berjogging ria dengan sehat, melestarikan dan mengenal alam sekitar kampung pedesaan, kita pun bernostalgia mengenang sejarah yang ada. Apabila cerita kami berkesan silahkan ditunggu kedatangannya kemari. Kritik tidak kami sarankan, jika anda berani silahkan hadapi saya. Terima kasih teman-teman. Sampai jumpa di edisi berikutnya. SALAM Promkes Pasrujambe, BUKA TITIK JOSS…

 

 

 

CUPLIKAN CERITA PENDEK PROMKES PASRUJAMBE

PUSKESMAS PASRUJAMBE

DEWAN REDAKSI ;

Pelindung

Kepala Puskesmas Pasrujambe, drg. R Nawang Yessi O

Penanggungjawab, drg. Indra Alfiyani

Ketua Rombongan PKM Pasrujambe

 

 

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Alamat Kantor: Jl. Jend. S Parman 13 Telp. 0334-881066, Lumjanag Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang