Pembinaan bagi Pengusaha Krupuk Puli Pasirian

Permasalahan yang seakan tak berujung selama ini mulai menemukan titik terang. Penggunaan bleng yang marak dilakukan oleh pengusaha krupuk puli di Pasirian lambat laun menemukan solusi yang cukup membanggakan. Pembinaan dan riset yang cukup lama membuahkan hasil yang menyegarkan.

Banyak pihak yang telah turun langsung melakukan pembinaan dan mencari alternatif pengganti bleng mulai dari puskesmas, dinas kesehatan, bahkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya turun langsung menemui pengrajin kerupuk di Pasirian.

Pada Hari Jumat, 18 November 2016 bertempat di ruang pertemuan Desa Pasirian dilakukan pertemuan untuk membahas keberlanjutan pengusaha krupuk puli Pasirian. Pertama diisi oleh Bapak Dayat yang memberikan materi tata cara memperoleh Sertifikat P-IRT dan memaparkan alternatif pemecahan masalah yang tak kunjung usai tersebut. Mas Dayat, sapaan akrab beliau memaparkan resep pembuatan krupuk puli tanpa menggunakan bleng. Pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara mengganti rol mesin yang awalnya menggunakan stainless menjadi teflon tujuannya adalah agar tidak lengket ketika di rol, kedua dengan menggunakan tepung bumbu “telor emas” yang diproduksi oleh Mas Dayat. Penggunaan kedua cara tersebut telah diujicoba oleh beberapa pengrajin krupuk dan terbukti menghasilkan krupuk dengan kualitas yang tak kalah dengan saat menggunakan bleng.

Ke depan akan dibentuk paguyuban pengrajin krupuk puli Pasirian yang menjadi wadah untuk saling berbagi, agar krupuk khas Pasirian ini menjadi semakin laris manis. Beberapa waktu yang lalu juga telah ada pembinaan dari dinas perdagangan yang bertujuan untuk cara pemasaran produk yang baik. Perlu diketahui, Kecamatan Pasirian merupakan kecamatan dengan tingkat perekonomian tertinggi kedua setelah Lumajang. Harapannya, Perekonomian yang maju ini juga diikuti dengan derajat kesehatan yang juga baik, (mr_bas)