ASI

ASI

asi         Jika bayi lesu, mengantuk, berta badannya tidak bertambah, dan memiliki gerak usus yang teratur, kemungkinan ia belum mendapatkan cukup ASI. Namun kondisi ini mudah diatasi, dengan memastikan bahwa bayi dapat menyusu secara teratur dan memperbaiki posisi saat menyusu dan perlekatan bayi pada putting ibu.

        Bayiku kok tidak pernah kenyang y? Padahal sudah minum ASI selama satu jam lebih dan cukup sering minta ASI lagi. Namun bayi masih sering menangis. Tentu mendengar bayi rewel meski telah disusui pasti ibu akan menjadi panik. Apalagi nenek si bayi terus – menerus memerintahkan si ibu untuk menambahkan susu formula.

Ternyata setiap tangisan bayi belum tentu haus. Dalam keadaan tertentu bayi sering menangis dan rewel. Hal ini seringkali dianggap haus, padahal itu adalah tanda haus palsu, atau mungkin bayi sedang tidak nyaman dan ingin digendong dan ditimang – timang. Kekhawatiran akan ASI kurang adalah perasaan yang tidak benar jika ibu menganggap bahwa produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi padahal bayi sudah minum cukup banyak.

Tak hanya dalam hal memproduksi ASi dalam jumlah yang cukup, tetapi juga mengetahui apakah Ibu sudah cukup lama memberikan ASI, atau apakah bayi sudah kenyang. Warna kulit yang baik, dan berat badan yang bertambah adalah tanda bahwa seorang bayi tumbuh sehat. Hasil buangan/ BAK dan BAB bayi juga bisa menjadi petunjuk terbesar seberapa banyak ASI yang sudah dikonsumsinya.

 Pada minggu- minggu pertama, normal saja jika bayi BAB beberapa kali sehari dan BAK minimal 6-8 kali sehari. Ini merupakan pertanda bahwa bayi sudah mendapatkan cukup ASI.  Bentuk feses yang lembek cenderung cair dengan warna feses yang berubah – ubah dari hitam, ke hijau kehitaman, ke kuning cenderung oranye, dan bahkan bias hijau kekuningan. Bayi biasanya akan kehilangan 10 persen berat badannya saat lahir, pada hari – hari pertamanya. Berat badan lahir akan kembali setelah sekitar dua minggu. Kemudian, untuk 12 minggu pertama bayi akan bertambah berat badannya sekitar 150 gram atau lebih. Namun Anda perlu memandang perkembangan dan kondisinya secara keseluruhan, bukan sekadar mengkhawatirkan pertambahan berta badannya.

One thought on “ASI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang