Bahan Berbahaya Makanan

Bahan Berbahaya yang Sering Ditambahkan pada Makanan

Berikut berbagai bahan berbahaya yang berbahaya ditambahkan pada makanan

A. FORMALIN

  • PENGGUNAAN FORMALIN YANG SALAH
  • Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
  • Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk.
  • Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin.
  • Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur awet beberapa hari dan tidak mudah basi.
  • Ikan asin
  • PENGARUH TERHADAP TUBUH
  • Formaldehida yang terhisap bisa menyebabkan iritasi kepala dan membran mukosa, yang menyebabkan keluarnya air mata, pusing, teggorokan serasa terbakar, serta kegerahan.
  • Jika terpapar formaldehida dalam jumlah banyak, misalnya terminum, bisa menyebabkan kematian
  • Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi meningkatkan keasaman darah, tarikan napas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya.
  • Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannyaBahan Berbahaya MakananB. BLENG
  • adalah bentuk tidak murni dari boraks, sementara asam borat murni buatan industri farmasi lebih dikenal dengan nama boraks
  • Dalam dunia industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak
  • Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Bleng atau boraks ditemukan dalam :

  • Karak/lèmpèng (kerupuk beras), sebagai komponen pembantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk)
  • Mi, sebagai pengeras
  • Lontong, sebagai pengeras
  • Ketupat, sebagai pengeras
  • Bakso, sebagai pengawet dan pengeras
  • Lupis, sebagai pengawet dan pengeras
  • Kecap, sebagai pengawet

C. Rhodamin B

  • Rhodamin B adalah pewarna sintesis berbentuk serbuk kristal merah keunguan dan Dalam larutan akan berwarna merah terang berpendar.
  • Rhodamin B biasa digunakan untuk industri tekstil dan kertas. Rodamin B

Dilarang digunakan untuk pewarna pangan

  • Bahaya akut rhodamin B bila tertelan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan air seni berwarna merah atau merah muda, bahaya kronis akibat konsumsi dalam jangka panjang menyebabkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.
  • Beberapa penyalahgunaan rhodamin B pada pangan, anatara lain : kerupuk, terasi, dan jajanan berwarna.
  • Ciri-ciri pangan dengan pewarna ini adalah: berwarna merah menyolok dan cenderung berpendar, banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen (misalnya pada kerupuk dan es puter).

D. SODIUM META BISULFIT

  • Sodium Metabisulfit merupakan bahan tambahan pangan yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam pembuatan gula merah dengan takaran maksimum 50 mg / kg
  • Kenyataan di lapangan penggunaan melebihi takaran yang dianjutkan dengan alasan agar produk kelihatan lebih bagus warna dan penampilannya. Padahal secara kualitas, dengan semakin banyak penambahan sulfit pada gula merah, maka semakin tidak layak produk tersebut untuk dikonsumsi.
  • Sulfit mempunyai sifat karsinogenik (stimulan penyebab penyakit kanker).
  • Sulfit merupakan senyawa kimia yang memiliki sifat korosif
The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang