Jaminan hidup sehat merupakan hak mendasar setiap manusia. Namun, untuk dapat memenuhi hak mendasar tersebut, semua pihak bertanggung jawab untuk menumbuhkan semangat hidup sehat, menjaga dan melestarikan budaya hidup sehat, agar hak ini dapat diperoleh setiap warga negara, tanpa terkecuali.

Dalam hidup bermasyarakat, ada banyak aspek potensi yang dapat mendukung terwujudnya program-program kesehatan yang sudah dicanangkan, salah satunya ialah dengan menggandeng generasi muda untuk terlibat aktif bersama pemerintah dalam melestarikan budaya hidup sehat.

Salah Satu Wujud Kepedulian Negara dalam Pemenuhan Jaminan Hidup Sehat

Ialah, Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada), salah satu wadah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pengembangan pengetahuan, pembinaan ketrampilan dan penambahan pengalaman serta pemberian kesempatan bagi masyarakat yang terpanggil untuk berbakti kepada masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.

Pada tanggal 17 Juli 1985, Departemen Kesehatan (kini Kementerian Kesehatan) bersama KwartirNasional Gerakan Pramuka dalam pembinaan sejumlah pemuda Indonesia dalam bidang kesehatan, yang bertujuan untuk mewujudkan kader-kader di bidang pembangunan kesehatan dalam menumbuhkan norma-norma hidup sehat bagi Pramuka Indonesia dan masyarakat di lingkungannya.

Saka Bakti Husada berperan sebagai pelopor hidup sehat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya, sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Selain menjadi pelopor terwujudnya peningkatan kualitas hidup sehat, Saka Bakti Husada juga dididik untuk tanggap membantu penanganan bencana.

Pada praktiknya, sistem keanggotaan Saka Bakti Husada digolongkan menurut pembagian umur satuan Pramuka;

  1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
  2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
  3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  4. Pamong Sakadan Instruktur tetap.

Lebih lanjut, peserta didik akan dibekali pengetahuan serta praktik kegiatan dalam menerapkannya sebagai agen-agen pembangun kesehatan nasional yang berkarakter dan berjiwa Pancasila. Adapun, harapan yang ingin dicapai setelah mengikuti kegiatan pelatihan Saka Bakti Husada antara lain;

  1. Berpengetahuan dan terampil serta memiliki pengalaman terkait pengamalan hidup sehat,
  2. Mampu menyebarluaskan informasi kesehatan di masyarakat khususnya;
    1. Kesehatan lingkungan
    2. Kesehatan keluarga
    3. Pencegahan dan penanggulangan penyakit
    4. Gizi
    5. Manfaat dan bahaya obat
  3. Mampu memberikan pelatihan kesehatan kepada Pramuka gugus depan
  4. Menjadi contoh hidup sehat di masyarakat
  5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih kuat

Pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan yang diberikan dan dilatihkan kepada Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat, yang tidak hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, tetapi diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga, dan masyarakat di sekitarnya.

 

Referensi dari berbagai sumber