Pada tahun 2016, pemerintah meluncurkan Germas di 10 lokasi, berbarengan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Pada tahun 2016 pula Kementerian kesehatan bersama dengan anggota Komisi IX DPR-RI melakukan sosialisasi Germas di 100 Kabupaten/Kota. Sedangkan pada tahun 2017 ini, kegiatan sosialisasi Germas akan kembali diselenggarakan di 180 kabupaten/kota. Setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Germas, kita harapkan lintas sektor bisa membuat kebijakan (regulasi) yang dapat mendukung pengimplementasian Germas. Sehingga Germas tidak hanya menjadi SLOGAN tapi AKSI BERSAMA seluruh bangsa Indonesia. Sangat luar biasa kalau ini bisa terwujud.

Arahan tersebut selanjutnya disusun dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang akan menjadi panduan bagi lintas sektor terkait, dalam berpartisipasi aktif mendorong masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Agar gerakan ini bisa membudaya pada seluruh masyarakat Indonesia, maka kita harus BERSAMA-SAMA BERGERAK, melakukan suatu GERAKAN untuk HIDUP SEHAT. Gerakan ini diperkuat oleh Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, yang menginstruksikan kepada para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Pemerintah dan non Pemerintah, Direktur Utama BPJS Kesehatan serta Para Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menetapkan kebijakan dan mengambil langkahlangkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masingmasing untuk mewujudkan Germas. Dengan Germas diharapkan masyarakat bisa berperilaku sehat, sehingga produktivitas ikut meningkat.

Selain itu tercipta lingkungan yang bersih, yang pada akhirnya menurunkan angka

kesakitan dan biaya yang dikeluarkan masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan terlibat dalam Germas. Bersama-sama, baik individu, keluarga, dan masyarakat mempraktekkan pola hidup sehat sehari-hari. Demikian pula dari kalangan akademisi (universitas), dunia usaha (swasta), organisasi masyarakat (Karang Taruna, PKK, dsb), organisasi profesi, masing-masing menggerakkan institusi dan organisasi agar anggotanya berperilaku sehat. Sedangkan pemerintah pusat dan daerah menyiapkan sarana dan prasarana serta kegiatan yang mendukung pelaksanaan Germas sesuai tugas dan fungsinya.

Kegiatan Germas antara lain melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan serta menggunakan jamban. Pada tahun 2016 dan 2017 Kementerian Kesehatan secara nasional akan memulai dengan kampanye melaksanakan kegiatan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan secara rutin.