Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Bulan Timbang Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Keberhasilanpembangunansuatubangsaditentukanolehketersediaansumberdayamanusia (SDM) yang berkualitas, yaitu SDM yang memilikifisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima, serta cerdas. Bukti empiris menunjukkan bahwa ha ini sangat ditentukan oleh status gizi yang baik .Status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. Apabila gizi kurang dan gizi buruk terus terjadi dapat menjadi faktor penghambat dalam pembangunan nasional (BadanPerencanaan Pembangunan Nasional, 2007 ).

Gizi buruk dan giz ikurang, merupakan sebuah masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia (UNICEF,2012). Gizi buruk adalah bentuk terparah dari keadaan Kurang Energid an Protein (KEP).Faktor risiko terjadinya gizi buruk adalah pada usia 1-5 tahun atau pada bayi dan balita (Alamsyah, 2013). Pada kelompok tersebut mengalami siklus pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan zat-zat gizi yang lebih besar dari kelompok umur yang lain sehingga balita paling mudah menderita kelainan gizi. Kejadian gizib uruk seperti fenomena gunung es dimana kejadian gizi buruk dapat menyebabkan kematian (Notoatmodjo, 2003). Pada tahun 2004, World Health Organization (WHO) mengelompokkan Indonesia sebagai negara yang memiliki kurang gizi pada penduduknya. Padasaat itu, angka gizi kurang dan buruk di Indonesia berjumlah 5.119.935 dari total kelompok balita sejumlah 17.984.224 balita (Alamsyah, 2013).

Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi disamping merupakan sindroma kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga, juga aspek menyangkut aspek pengetahuan dan perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat.

Keadaan gizi masyarakat akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan umur harapan hidup yang merupakan salah satu unsure utama dalam penentuan keberhasilan pembangunan negara yang dikenal dengan istilah Human Development Indeks. Kurang gizi menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental, mengurangi tingkat kecerdasan, kreatifitas dan produktifitas penduduk.

Kekurangan gizi terutama pada usia balita akan menyebabkan meningkatnya resiko kematian dan kematian, terganggunya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan. Dalam beberapa hali dampak kekurangan gizi dapat bersifat permanen, artinya tidak dapat disembuhkan meskipun pada usia selanjutnya kebutuhan gizinya terpenuhi.

Faktor penyebab timbulnya kurang gizi pada anak antara lain karena makanan anak yang tidak seimbang dan adanya penyakit infeksi. Faktor penyebab ini merupakan faktor penyebab langsung. Sedangkan faktor penyebab tak langsung timbulnya kurang gizi antara lain tidak cukupnya ketahanan pangan di keluarga, tidak memadainya pola pengasuh anak dan tidak memadainya sanitasi, air bersih, serta pelayanan kesehatan dasar.

Kader Pelaksana Bulan Timbang di Posyandu Anggrek Desa YosowilangunKabupaten Lumajang
Kader Pelaksana Bulan Timbang di Posyandu Anggrek Desa YosowilangunKabupaten Lumajang

Salah satu inovasi dan upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lumajangkhususnya Seksi Gizi adalah Intensifikas Bulan Penimbangan. Program ini dilakukan pada Bulan Februari dan Bulan Agustus yang harus diikuti oleh seluruh Posyandu di Kabupaten Lumajang. Intensifikasi penimbangan merupakan kegiatan dimana semua balita yang ada di Kabupaten Lumajang harus ikut keposyandu untuk melakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, dan pemberian kapsul vitamin. Adalam satu bulan penuh. Balita yang tidak bias hadir ke posyandu harus di dilakukan sweeping yaitu dengan dilakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan di rumahnya. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah deteksi dini dalam hal upaya penemuan kasus-kasus gizi buruk di kabupaten Lumajang. Dalam hal ini Dinas Kesehatan tidak begitu lepas tangan untuk menyerahkan semua kegiatan ke masing-masing posyandu. Petugas dinas kesehatan juga melakukan pemantauan pada saat pelaksanaan dan melakukan monitoring evaluasi serta melakukan validasi tentang hasil pengukuran dan penimbangan yang dilakukan kader posyandu ataupun petugas Pembina desa. Berikut beberapa dokumentasi yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang saat melakukan monitoring evaluasi serta validasi alat pengukuran penimbangan pada saat pelaksanaan bulan timbang :

Pelaksanaan Monev kegiatanbulantimbang di Posyandu Tritura KelurahanJogoyudan KecamatanLumajang Kabupaten Lumajang
Pelaksanaan Monev kegiatanbulantimbang di Posyandu Tritura KelurahanJogoyudan KecamatanLumajang Kabupaten Lumajang

Monitoring dan Evaluasi Bulan Timbang dilakukan di beberapa kecamatan yang diwakili oleh satu posyandu. Monitoring dan evaluasi dilakukan antara lain di Kecamatan Senduro bertempat di Posyandu Sekar WangidesaBedayuTalang, Tekung di desakarangbendo di posyandu Srikandi, Lumajang bertempat di Posyandu Tritura kelurahan Jogotrunan, Randuagung bertempat di Posyandu Puspa Indahdesa Buwek, Padang bertempat di Posyandu Tunas Harapan desa Babakan, Yosowilangun bertempat di Posyandu Anggrek desa Karanganyar, dan Kunir bertempat di Posyandu Gelombang Cintadesa Dorogowok. Pelaksanakan ini sudah dilakukan oleh seluruh posyandu Kabupaten Lumajang dan tepat dilaksanakan Bulan Februari.

Pelaksanaan Validasi data pada kader di Posyandu Tunas Harapan Desa Padang Kabupaten Lumajang
Pelaksanaan Validasi data pada kader di Posyandu Tunas Harapan Desa Padang Kabupaten Lumajang

Secara Umum pelaksanaan dan pencatatan kegiatan yang dilakukan kader disetiap posyandu sudah cukup baik, namun masih terdapat beberapa kekurangan, diantaranya banyak kader posyandu yang mengalami kesulitan dalam mengisi dan memasukkan data di buku register. Hal ini disebabkan karena ukuran buku register yang terlalu kecil, sehingga para kader banyak menggunakan buku bantuan terlebih dahulu. Pemahaman kader yang masih kurang mengenai pengisian buku register menyebabkan kurang lengkapnya data di buku register. Ada beberapaposyandu yang belum mempunyai tempat/bangunan sendiri dimana posyandu masih berada di rumah salah satu kader. Dan juga masih dijumpai salah satu posyandu yang belum memiliki buku registerpenimbangan, padahal Dinas kesehatan sudah memberikan semua buku   register penimbangan untuk posyandu melalui puskesmas masing-masing.

Kegiatan Pencatatan Hasil Kegiatn Bulan Timbang di Desa Buwek, Randuagung
Kegiatan Pencatatan Hasil Kegiatn Bulan Timbang di Desa Buwek, Randuagung

Secara keseluruhan semua kader telah mengetahui tata cara atau langkah-langkah penimbangan, walaupun ada beberapa posyandu yang kurang tepat dalam proses penimbangan dan pengukuran dikarenakan alat ukur/mikrotoa yang digunakan belum di nol kan terlebih dahulu, juga adanya beberapa posyandu yang belum memiliki alat ukur bayi / infantometer.

Padapencatatan dan pelaporan posyandu sebagian belum melakukan pencatatan secara lengkap, kebanyakan mencatat di buku bantu yaitu berat badan dan umur saja, tanpa dilakukan analisa atau rekap, berapa jumlah balita yang naik, turun/tetap berat badannya, balita yang baru (O), sehingga untuk partisipasi (D/S) dan tingkat keberhasilan (N/D) pada umumnya belum bias diketahui karena tidak dicatat oleh para kader. Hal yang mendasar untuk kegiatan posyandu adalah alur/system posyandu. Posyandu pada umumnya telah menggunakan system 5 meja, namun masih ada miss system yang terjadi dalam system 5 meja tersebut terutama pada meja nomer 4, penyuluhan. Kegiatan penyuluhan di posyandu jarang dilakukan, tetapi sudah terdapat beberapa posyandu yang melakukannya. Keterampilan kader sudah cukup baik tapi perlu ditingkatkan agar data hasil pengukuran lebih valid dan akurat.

Semangat  Petugas Kesehatan beserta kader saat melakukan monitoring dan eavaluasi
Semangat Petugas Kesehatan beserta kader saat melakukan monitoring dan eavaluasi

Hal yang sangat dibanggakan adalah semangat para kader yang selalu melakukan posyandu dengan senang hati dan sabar.Kader posyandu jug amelakukan sweeping bagibayibalita yang tidak berkunjung ke posyandu pada kegiatan intensifikasi bulan timbang. Tidak hanya para kader yang semangat dalam acara Bulan Timbang, semangat dari petugas kesehatan lain juga merupakan salah satu faktor para kader dengan semangat melakukan kegiatan Posyandu

Kegiatan penyuluhan dari Dinas Kesehatan akan pentingnya penyuluhan di Posyandu
Kegiatan penyuluhan dari Dinas Kesehatan akan pentingnya penyuluhan di Posyandu

Kegiatan monev ini juga merupakan salah satu bahan evaluasi bagi kami dinas kesehatan kabupaten Lumajang sejauh mana materi gizi baik ketrampilan penimbangan, pengukuran tinggi badan dan pencatatan serta pelaporan diterima oleh kader atau punpetugas di lapangan/wilayah.

Banyakhal yang menjadi masukan dan pembelajaran bagi semua baik dari petugas gizi puskesmas, petugas Pembina desa, puskesmas, kader ataupun bagi seksi gizi dinas kesehatan kabupaten Lumajang, bahwa perlu adanya peningkatan pemahaman kader tentang ketrampilan penimbangan dan pengukuran serta pencatatan pada register penimbangan, dan setelah itu perlu dilakukan langkah pelaksanaan posyandu secara benar mulai penyiapan sumber daya manusia, validitas sarana penimbangan dan pengukuran dan pelaksanaan penimbangan dan pengukuran. Perlu dilakukan pemantauan secara berkala oleh pihak puskesmas ataupun dinas kesehatan sehingga pelaksanaan bulan timbang berlangsung dengan baik dan benar dan didapatkan hasil status gizi balita secara valid (LDL)