Keberhasilan upaya kesehatan masyarakat salah satu satunya ditentukan oleh sumber daya manusia. Peningkatan profesionalisme dan kemampuan kader dalam pengelolaan taman posyandu dapat berkembang, selain pengalaman selama pendampingan taman posyandu di lapangan, diantaranya dilakukan melalui kegiatan peningkatan wawasan.

Taman posyandu adalah bentuk pengembangan posyandu yang berstrata purnama atau mandiri yang ditambah layanan dengan stimulasi pendidikan PAUD dan layanan pengasuhan balita oleh orang tua di BKB. Di Kabupaten Lumajang sampai dengan akhir tahun 2016 sudah terbentuk 268 Taman Posyandu dimana secara kuantitatif jumlahnya sudah mencapai target yang telah ditetapkan. Langkah selanjutnya, upaya meningkatkan kualitas Taman Posyandu yang telah terbentuk dengan melaksanakan Pertemuan Kader Pendamping Taman Posyandu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Petemuan Pisang Agung Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang (26/10), yang dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, ibu Dra. Ria Cancerina, MM yang menyampaikan, “Peran kader dalam pendampingan Taman Posyandu sangat luar biasa untuk memberdayakan kesehatan masyarakat serta dukungan lintas sektor dan pemangku kebijakan dalam menggerakkan masyarakat. Dibutuhkan gerakan-gerakan inovasi kesehatan yang lahir dari masyarakat untuk mengatasi permasalahan kesehatan di masyarakat”, jelasnya.

Pertemuan yang dihadiri oleh 75 kader pendamping Taman Posyandu se-Kabupaten Lumajang dengan tujuan mengevaluasi kegiatan pendampingan Taman Posyandu dengan konsep “Curhat Kader” dapat mengetahui permasalahan dan hambatan yang dialami kader di lapangan. Di pertemuan ini pula, diberikan pelatihan metode “Emosional Demonstration” yang bertujuan memberikan pengetahuan pada ibu bayi dan balita yang ada di Taman Posyandu.

Diharapkan dengan adanya pendampingan ini, Taman Posyandu dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan pengasuhan yang optimal terhadap sasaran Posyandu khususnya balita sehingga terwujud generasi yang sehat, Unggul, dan Berkarakter.