Headline

Deklarasi ODF Desa

Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Tingkat Desa di Lumajang

Desa Kudus menjadi desa kedua di Kecamatan Klakah yang berhasil mendeklarasikan diri sebagai desa ODF (Open Defecation Free). Di wilayah ini Deklarasi pertama sebagai Desa ODF dicapai Desa Kudus pada tanggal 4 April 2011.

Deklarasi ODF Kudus Klakah

Desa Kudus melengkapi jumlah Desa ODF di Kabupaten Lumajang Jawa Timur menjadi 54 Desa. Sebagaimana kita ketahui Kabupaten Lumajang terdiri dari 205 Desa dan Kelurahan, 21 Kecamatan, yang meliputi areal seluas 1.709,9 Km2, dengan batas wilayah Samudra Indonesia di sebelah timur, Kabupaten Jember disebelah barat, Kabupaten Probolinggo di sebelah Utara, serta Kabupaten Malang di sebelah Barat. Wilayah Kabupaten Lumajang berada di sebagian sisi timur gunung tertinggi di pulau Jawa, gunung Semeru.

Desa Kudus berpenduduk 3298 jiwa dengan 802 KK, mengalami peningkatan jumlah jamban terbangun periode Maret s/d Juni 2011 sebanyak 95 jamban. Kemudian akses jamban masyarakat menjadi 100% sesuai verifikasi ODF yang dilakukan pada awal Juli 2011. Sebetulnya potensi Kecamatan Klakah untuk menjadi Kecamatan ODF ke 5 di Kabupaten Lumajang cukup besar. Akses jamban masyarakat di Kecamatan dengan 12 desa – 54. 286 Jiwa -13.509 KK ini, sampai akhir Juli 2011 ini tercatat 91,55%. Sebagaian besar penambahan jamban terbangun (266 jamban) merupakan hasil swadaya dan marketing sanitasi.

Sisi menarik dari gerakan STBM di wilayah Klakah, adalah peran dominan Ibu Kepala Desa dalam penggerakan masyarakat, tentu juga peran Camat Kepala Wilayah yang sering terbukti efektif membantu peningkatan akses ini. Disini terlihat bahwa membangun komitmen stakeholder menjadi kata kunci keberhasilan gerakan ODF dan STBM. Sebagai kilas balik catatan , di Kabupaten Lumajang, sebagai tindak lanjut komitmen Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lumajang pada Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, untuk mewujudkan status Open Defecation Free (ODF) pada seluruh wilayah Kecamatan dI Kabupaten Lumajang, ditetapkan Instruksi Bupati Nomor 01 Tahun 2010, tentang Pelaksanaan Program STBM. Intruksi ini khususnya ditujukan kepada Camat dan Kepala Desa/Lurah se – Kabupaten Lumajang. Dengan instruksi ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan berbagai usaha untuk menggerakkan masyarakat agar berperilaku hanya Buang Air Besar di Jamban.

Seiring perjalanan waktu, tentu sangat diperlukan konsistensi dan reenergizer pada segala tingkatan pengambil keputusan (begitu menurut bude Jamillah) – sehingga semangat dan gerakan yang sudah dibangun tidak kehilangan momentum. Akan memerlukan banyak energi untuk mengawali membangun komitmen.

Menurut catatan Bude Jamillah, yang mempunyai spesifikasi ampuh dan maqom sebagai pembangun komitmen  dan re-energizer yang lumayan cesspleng, sementara ini adalah ajang Otonomi Award nya Jawa Pos Institute of Pro Otonomi (katagori Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Itulah kemudian timbul rasan-rasan, jangan-jangan karena ajang itu mayoritas Kecamatan ODF berdomisili di wilayah kerja Provinsi Jawa Timur .

Kemudian muncul “sang teladan”, sebuah ajang serupa, namun meliputi banyak latar belakang. Namun ketika Bude Jamillah kutanya tentang itu, beliau menggeleng tidak tahu (signal free hospot memang tidak nyampek ke rumah beliau).  Bude berharap, mudah-mudahan di kemudian hari akan muncul sistem dan ajang lainnya untuk STBM ini. Mungkin bisa se kelas Adipura atau Swasti Saba Wistara atau Panasonic Award  ..  atau  .. ah yang penting (masih menurut Bude Jamillah), mampu menjaga semangat dan konsistensi komitmen para bapak buah, sehingga anak buah bisa lebih lempeng melangkah  ….

Mohon maaf, tulisan ini malah nyasar ke wawancara inajinatif dengan Bude Jamillah. Sekali lagi selamat buat seluruh masyarakat Desa Kudus, buat mbak Yuyun, Bu Inggi Kudus, Bu Tutut, dan seluruh kader kesehatan Desa Kudus atas Deklarasi ODF ini  …..

The following two tabs change content below.
Avatar
Penulis konsen pada bidang Kesehatan Masyarakat., bekerja pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang
Avatar

Latest posts by Munif Arifin,SKM,MPH (see all)

One thought on “Deklarasi ODF Desa”

  1. bagaimana dengan perlakuan dari masyarakat yang memakai PAMPERS? Kalau misalkan pampersnya tidak diberlakukan sesuai dengan STOP BABS apa bisa di nyatakan ODF?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang