Headline

DUKUNG KABUPATEN LAYAK ANAK, PEMKAB LUMAJANG BINA SEKOLAH BER-PHBS

Capaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan sekolah khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat pada tahun 2017 di Kabupaten Lumajang sebesar 28,72% dari total 157 SMP sederajat yang dikaji. Akan tetapi, capaian tersebut belum mampu memenuhi target strata sehat (IV) pada tahun 2017 sebesar 68%. Hal itu disebabkan oleh tidak adanya kantin sehat di sekolah, masih ada warga sekolah yang merokok di kawasan sekolah, dan  kurangnya pembiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun di sekolah. Tiga indikator PHBS yang masih bermasalah ini menjadi salah satu penyebab dari kasus kesehatan di kalangan remaja SMP (usia 10-15 tahun).

Berdasarkan hasil screening yang dilakukan Puskesmas melalui layanan Pelayananan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) didapatkan bahwa pada tahun 2017 di Kabupaten Lumajang, kasus merokok di kalangan remaja usia 10-15 tahun ini cukup tinggi dengan jumlah sebesar 584 kasus siswa yang merokok dan diikuti dengan kasus gizi kurang dengan total 45 kasus.

Kondisi tersebut tentunya membutuhkan peran aktif seluruh sektor terkait dalam optimalisasi penerapan PHBS di sekolah secara berkelanjutan dengan harapan dapat meminimalisir berbagai kasus kesehatan dan psikososial di kalangan remaja SMP. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Pertemuan Advokasi Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai perwujudan komitmen sekolah dalam seleksi PHBS sekolah pada tingkat SMP sederajat pada tahun 2018, Rabu (21/3/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang Pertemuan Pisang Raja Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang tersebut, dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lumajang, dr. Rosyidah. Dalam sambutannya, dr. Rosyidah menyampaikan harapannya akan peran lintas sektor dan sekolah dalam memahami tugas pokok dan fungsi dari Sektap Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Kecamatan sesuai dengan kapasitasnya, memahami pengelolaan 8 indikator PHBS sekolah dan mampu mengidentifikasi permasalahannya serta memecahkan permasalahan kesehatan yang ada di sekolah.

Lebih lanjut dr.  Rosyidah menekankan perlunya pengembangan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sekolah dan perencanaan tindak lanjut berupa rencana kegiatan dalam mengatasi permasalahan PHBS di sekolah dengan teknik promosi kesehatan. Setiap SMP/ MTs binaan PHBS melalui Sektap UKS, dapat terintegrasi dan menjadi fokus pembinaan selama 6 bulan. Sehingga, nantinya terlaksana Kompetisi Sekolah Sehat ber-PHBS yang mampu mengembangkan KTR di sekolah.

Sementara itu, pertemuan tersebut diikuti oleh sejumlah 80 orang peserta yang berasal dari unsur Ketua Sektap UKS Kecamatan, KPP (Koordinator Pelayanan Pendidikan) Kecamatan, Petugas Promkes Puskesmas, Pengelola program UKS Puskesmas, Guru Pembina UKS SMP/ MTs terpilih, dan Ketua OSIS SMP/ MTs sekolah binaan Tahun yang berasal dari SMPN 1 Tempursari, SMPN 1 Pasirian, MTs Nurul Islam Bades, SMPN 2 Tempeh, SMPN 3 Lumajang, SMPN 1 Sumbersuko, SMPN 1 Tekung, SMPN 1 Yosowilangun, SMPN 2 Randuagung, SMPN 1 Randuagung, SMPN 1 Pasrujambe, SMPN 1 Candipuro, SMPN 1 Ranuyoso, dan SMPN 1 Sukodono.

Dalam kesempatan tersebut, dilaksanakan juga penandatanganan Komitmen Bersama Wujudkan Sekolah Sehat oleh seluruh peserta pertemuan. Diharapkan dengan pertemuan ini, dapat tercipta Sekolah Sehat ber-PHBS dalam mendukung Kabupaten Layak Anak dan Kabupaten Sehat untuk mewujudkan Kabupaten Lumajang yang Sehat, Sejahtera, dan Bermartabat. (Dinkes-lmj)

Sumber : https://portalberita.lumajangkab.go.id/

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Alamat Kantor: Jl. Jend. S Parman 13 Telp. 0334-881066, Lumjanag Jawa Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang