Berbagai Faktor Risiko Kanker Payudara

Saat ini, penyakit kanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Ibu Negara, sehingga beliau menginisiasi untuk melakukan pencanangan Gerakan Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan Indonesia,  pada tanggal 21 April 2015.

Salah satu metode yang efektif (aspek teknologi dan sumber daya) untuk mencegah kanker payudara dilakukan dengan SEDARI. Sementara untuk kanker serviks dilakukan dengan deteksi dini faktor risiko kanker serviks dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

faktor risiko kangker payudaraKanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum didiagnosa pada wanita di Amerika Serikat dan dunia. Di negara maju prevalensi kanker payudara menduduki peringkat pertama sedangkan di negara berkembang prevalensinya berada pada tingkat kedua setelah kanker servik.

Definisi kanker payudara menurut American Cancer Society (2006) sebagai tumor malignan yang berkembang dari sel-sel payudara. Sementara menurut Medicastore (2004), kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara

Menurut Dolinsky (2006), kanker payudara terjadi ketika sel-sel pada payudara tumbuh diluar kontrol kemudian menyebar dan meluas ke jaringan didekatnya atau menyebar ke seluruh tubuh. Sekumpulan jaringan yang tumbuh diluar kontrol ini disebut sebagai tumor.

Akan tetapi, beberapa tumor tidak termasuk kanker karena tumor tidak dapat menyebar atau mengancam hidup. Dan ini disebut sebagai benign tumor. Tumor-tumor yang dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh atau menyerang jaringan didekatnya dianggap sebagai kanker dan disebut malignant tumor. Beberapa tipe jaringan payudara dapat membentuk kanker, akan tetapi pada umumnya bersumber dari saluran atau kelenjar. Tumor memerlukan waktu berbulan¬bulan sampai bertahun-tahun untuk menjadi cukup besar sehingga dapat diraba di payudara.

Faktor risiko
Berbagai faktor risiko kanker payudara menurut Smeltzer dan Bare (2002) antara lain :

  1. Riwayat pribadi tentang kanker payudara. Resiko mengalami kanker payudara pada payudara sebelahnya meningkat hampir 1% setiap tahun.
  2. Anak perempuan atau saudara perempuan (hubungan keluarga langsung) dari wanita dengan kanker payudara. Resikonya meningkat dua kali jika ibunya terkena kanker sebelum berusia 60 tahun; resiko meningkat 4 sampai 6 kali jika kanker payudara terjadi pada dua orang saudara langsung.
  3. Menarke dini. Resiko kanker payudara meningkat pada wanita yang mengalami menstruasi sebelum umur 12 tahun.
  4. Nulipara dan usia maternal lanjut saat kelahiran anak pertama. Wanita yang mempunyai anak pertama setelah usia 30 tahun mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara dibanding dengan wanita yang mempunyai anak pertama mereka pada usia sebelum 20 tahun.
  5. Menopause pada usia lanjut. Menopause setelah usia 50 tahun meningkatkan resiko untuk mengalami kanker payudara. Dalam perbandingan, wanita yang telah menjalani ooforektomi bilateral sebelum usia 35 tahun mempunyai resiko sepertiganya.
  6. Riwayat penyakit payudara jinak. Wanita yang mempunyai tumor payudara disertai perubahan epitel proliferatif mempunyai resiko dua kali lipat untuk mengalami kanker payudara; wanita dengan
    hiperplasia tipikal mempunyai resiko empat kali lipat untuk mengalami penyakit ini.
  7. Pemajanan terhadap radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun beresiko hampir dua kali lipat.
  8. Obesitas. Resiko terendah diantara wanita pascamenopause. Bagaimanapun, wanita gemuk yang didiagnosa penyakit ini mempunyai angka kematian lebih tinggi, yang paling sering berhubungan dengan diagnosis yang lambat.
  9. Kontraseptif oral. Wanita yang menggunakan kontraseptif oral beresiko tinggi untuk mengalami kanker payudara. Bagaimanapun, resiko tinggi ini menurun dengan cepat setelah penghentian medikasi.
  10. Terapi penggantian hormon.
  11. Masukan alkohol. Sedikit peningkatan resiko ditemukan pada wanita yang mengkonsumsi alkohol bahkan hanya dengan sekali minum dalam sehari. Resikonya dua kali lipat diantara wanita yang minum alkohol tiga kali sehari

Refference, antara lain:

American Cancer Society. (2006). Detailed Guide: Breast Cancer.What Is Breast Cancer?; Dolinsky,C.(2006). Breast Cancer:   The Basics.; Smeltzer, SC. & Bare, BG., (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Edisi 8. vol 1. EGC. Jakarta