Kader Deteksi Dini Faktor Risiko PTM

Pembekalan Kader Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular

Posbindu merupakan salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada upaya promotif dan preventif dalam mengendalikan Penyakit Tidak Menular (PTM) secara paritisipatif, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan serta penilaian. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan Posbindu adalah sebagai agen perubah sekaligus sumberdaya yang menggerakkan Posbindu sebagai Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang diselenggarakan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat. Peran serta masyarakat dalam Posbindu salah satunya yaitu sebagai Kader Posbindu.

Kader Posbindu sebagai garda terdepan dan agen perubahan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat. Peningkatan kapasitas kader merupakan upaya penting dalam memajukan dan meningkatkan kinerja Posbindu. Rabu, 15 Mei 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menyelenggarakan kegiatan pembekalan kader dalam skrining deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Kegiatan pembekalan kader tersebut menjadi rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan skrining faktor risiko PTM yang dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Iswahyuni, S.ST  selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, menyampaikan bahwa meningkatnya prevalensi kasus penyakit tidak menular di Kabupaten Lumajang menandakan bahwa kegiatan penemuan kasus yaitu melalui skrining dan Posbindu PTM sudah berjalan. Penemuan kasus PTM di Kabupaten Lumajang dari tahun ke tahun semakin meningkat namun belum memenuhi target yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan skrining faktor risiko PTM yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur lewat anggaran APBN 2019 tersebut memiliki nilai tambah dalam upaya peningkatan cakupan hasil skrining dan kinerja Posbindu PTM di Kabupaten Lumajang Tahun 2019.

Sebelum kader Posbindu PTM terjun langsung melakukan skrining pada sasaran, kader dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan tentang penyakit tidak menular dan faktor risikonya serta teknis penyelenggaraaan kegiatan Posbindu PTM melalui pembekalan kader. Kegiatan pembekalan kader dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama diisi dengan materi, meliputi;  kebijakan program pncegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, konsep posbindu ptm, pengkajian faktor risiko ptm, pengukuran faktor risiko ptm, pemeriksaan faktor risiko ptm, dan edukasi pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM. Hari kedua diisi dengan praktik pengukuran dan pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular dan roleplay kegiatan 5 meja dalam Posbindu PTM. Kegiatan pembekalan kader dilaksanakan melalui 6 gelombang, sesuai dengan jumlah sasaran pelaksanaan skrining faktor risiko PTM yaitu di 6 kecamatan, meliputi; Kecamatan Padang, Kecamatan Rogotrunan, Kecamatan Sukodono, Kecamatan Tekung, Kecamatan Sumbersuko, dan Kecamatan Kedungjajang. Peserta pembekalan berasal dari 5 desa yang terpilih di setiap kecamatan dengan 1 desa mengirimkan sebanyak 5 kader Posbindu PTM. Anik (35 tahun) peserta pembekalan kader dari Desa Barat Kecamatan Padang menyampaikan kesannya bahwa kegiatan pembekalan sangat penting dan menambah wawasannya tentang penyakit tidak menular. Serta menjadi pengalaman yang berharga karena tidak pernah melalukan pemeriksaan kesehatan sendiri sebelunya seperti tes GDA dan pengukuran tekanan darah.  (LUA)

The following two tabs change content below.
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Lukman Afifudin, SKM, MPH

Penulis sehari-hari bekerja di Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang, pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Latest posts by Lukman Afifudin, SKM, MPH (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang