Kamling DBD, Wujud Komitmen Bersama Berantas Demam Berdarah Dengue

Galang Komitmen Bersama Berantas DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kecamatan Yosowilangun

YOSOWILANGUN – Kenaikan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Yosowilangun, harus disikapi bersama oleh masyarakat. Kewaspadaan akan penularan kasus yang cukup tinggi, mengharuskan gerak cepat dengan keterlibatan  berbagai sektor dan aspek di masyarakat. Salah satu faktor tingginya kasus DBD di Kecamatan Yosowilangun adalah karena rendahnya kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) di masyarakat sehingga Angka Bebas Jentik ( ABJ ) nya pun bisa kurang dari target yaitu < 95 % dari total rumah yang diperiksa. Sebagaimana kita ketahui, ABJ merupakan salah satu indikator keberhasilan upaya pemberantasan saran nyamuk.

Kamling DBD YosowilangunMenyikapi hal ini, Puskesmas Yosowilangun telah mengadakan kegiatan Sosialisasi dan penggalangan komitmen bersama dalam pemberantasan DBD melalui Kamling DBD di aula Puskesmas Yosowilangun pada Senin 21 Maret 2016. Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber Pengelola DBD Kabupaten Lumajang, Cahyo Prayitno, S,Kep.Ners, Camat dan jajaran muspika Kecamatan Yosowilangun, Kepala Desa dan Ketua TP PKK Desa serta tokoh masyarakat dan kader kesehatan.

Dalam sambutannya,  dr. Tjahjo Bagus, Kepala Puskesmas Yosowilangun menyampaikan, bahwa  sampai dengan Bulan Maret 2016, terdapat 11 kasus DBD positif dengan satu diantaranya meninggal dunia. Berdasarkan kriteria, beberapa desa sudah masuk mengalami KLB (kejadian luar biasa) DBD karena adanya peningkatan jumlah kasus tersebut. Terkait hal tersebut, Camat Yosowilangun, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terkait DBD ini bukan hanya urusan kesehatan, tapi lebih luas lagi adalah tanggung jawab masyarakat terutama pemegang wilayah yaitu Kepala Desa untuk bisa menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat.

“Melalui kegiatan Kamling DBD diharapkan ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, melalui kemandirian dan tanggung jawab bersama untuk mewujudkan masyarakat sehat ”, tutur dr. Tjahjo Bagus. “Setiap warga masyarakat akan punya andil dalam pembangunan kesehatan di wilayahnya dengan penjadwalan rutin kegiatan PSN melalui system kamling ( keamanan keliling ) yang hampir sama metodenya dengan kegiatan ronda untuk jaga keamanan”, lanjutnya. Dari kegiatan pertemuan tersebut disusun Rencana Tindak Lanjut untuk masing-masing desa. Sebagai awal kegiatan, akan dipilih 1 RT ( Rukun Tetangga ) percontohan di masing-masing desa. Diakhir kegiatan, Kepala Puskesmas Yosowilangun menyampaikan bahwa rencana yang telah disusun tersebut diharapkan dapat terlaksana, pihak kecamatan maupun Puskesmas akan selalu siap untuk memfaslitasi kegiatan pendampingan pembentukan kamling DBD untuk mendukung terwujudnya masyarakat Yosowilangun yang sehat.

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang