Kegiatan Parent Education Lumajang

Parent Education, Sebuah Pembelajaran Bagi Keluarga Terutama Suami Pada Masa Kehamilan dan Persalinan

Jumlah kematian ibu masih relative tinggi di Negara tercinta kita ini, tidak sedikit yang sudah diupayakan untuk mengatasinya, namun penurunan jumlah kematian ibu terlihat masih sangat landai. Tidak sedikit pula yang sudah diupayakan untuk mencari penyababnya, namun intervernsi yang sudah di identifikasi masih belum berhasil menurunkan kematian ibu secara bermakna. Namun, kita tidak boleh menyerah dan berputus asa. Kerja keras dan kerja cerdas kita akan terus diharapkan oleh masyarakat.

Masyarakat selalu mengharapkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya dan diselenggarakan secara professional yang meliputi upaya promotif, preventif, kurantif, dan rehabilitative. Kita patut bersyukur bahwa dari tahun ke tahun, secara nasional, akses masyarakat kita terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak cenderung semakin membaik. Hal ini di tandai dengan meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan ibu dari hasil Riskesdes 2010 dan 2013.

Pengalaman bertahun-tahun dalam mengupayakan penurunan jumlah kematian ibu menyadarkan kita bahwa upaya tersebut harus dimulai sejak dari hulunya. Pendidikan kesehatan reproduksi sudah harus dimulai sejak dini, berlanjut sampai ke masa remaja, dimana remaja sudah harus mendapatkan konseling tentang kesehatan reproduksi, agar mereka tahu bagaimana menajaga organ dan fungsi reproduksinya agar tetap sehat; juga pendewasaan usia perkawinan sampai organ reproduksinya siap untuk menerima kehamilan.

parent education ranuyosoAngka kematian ibu (AKI) berguna untuk menggambarkan status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, melahirkan dan masa nifas. Penyebab tingginya angka kematian ibu juga terutama disebabkan karena faktor non medis yaitu faktor ekonomi, sosial budaya, demografi serta faktor agama. Sebagai contoh banyak kaum ibu yang menganggap kehamilan sebagai peristiwa alamiah biasa padahal kehamilan merupakan peristiwa yang luar biasa sehingga perhatian terhadap kesehatan ibu hamil harus diperhatikan.Rendahnya pengetahuan ibu terhadap kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan juga menjadi sebab tingginya kematian ibu selain pelayanan dan akses mendapatkan pelayanan kesehatan yang buruk. (Ketut Sudhaberata,2006). World Health Organization (WHO) memperkirakan 585.000 perempuan meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan, proses kelahiran dan aborsi yang tidak aman. Sekitar satu perempuan meninggal setiap menit. (WHO,2004)

Data menunjukkan sebagian besar kematian terjadi pada masyarakat miskin dan mereka yang tinggal jauh dari Rumah Sakit. Penyebab kematian ibu yang utama adalah perdarahan, eklampsia, partus lama, komplikasi aborsi, dan infeksi. Kontribusi dari penyebab kematian ibu tersebut masing-masing adalah perdarahan 28 %, eklampsia 13 %, aborsi yang tidak aman 11 %, serta sepsis 10 %.Salah satu penyebab kematian tersebut adalah Preeklampsia dan eklampsia yang bersama infeksi dan pendarahan, diperkirakan mencakup 75-80 % dari keseluruhan kematian maternal. Kejadian preeklampsi-eklampsi dikatakan sebagai masalah kesehatan masyarakat apabila CFR PE-E mencapai 1,4%-1,8%.(Zuspan F.P, 1978 dan Arulkumaran,1995)

Penelitian yang dilakukan Soedjonoes pada tahun 1983 di 12 RS pendidikan di Indonesia, di dapatkan kejadian PE-E 5,30% dengan kematian perinatal 10,83 perseribu (4,9 kali lebih besar di banding kehamilan normal). Sedangkan berdasarkan penelitian Lukas dan Rambulangi tahun 1994, di dua RS pendidikan di Makassar insidensi preeklampsia berat 2,61%, eklampsia 0,84% dan angka kematian akibatnya 22,2%. Dari lima juta kelahiran yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya, diperkirakan 20.000 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan atau persalinan. Dengan kecenderungan seperti ini, pencapaian target MDG’s untuk menurunkan AKI akan sulit bisa terwujud kecuali apabila dilakukan upaya yang lebih intensif untuk mempercepat laju penurunannya.

Target penurunan angka kematian ibu menjadi 115 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015 (MPS) dan 102 per 100.000 KH (MDG’s) tidak mudah tercapai mengingat sistem pelayanan obstetri emergensi masih lemah, sehingga hal yang paling mungkin untuk dilakukan adalah pengawalan kasus komplikasi kebidanan (Hamil, Bersalin dan Nifas). Disamping hal-hal tersebut diatas ada beberapa fakta yaitu adanya peningkatan prevalensi kasus Komplikasi Kebidanan (25%) dan juga dari hasil kajian dan analisis 100% ibu yang meninggal adalah mempunyai komplikasi selama masa kehamilan, persalinan ataupun nifas.

Parent Education KunirBerdasar pada hal-hal tersebut maka harus dilakukan beberapa upaya dalam akselerasi penurunan AKI-AKB di Kabupaten Lumajang. Mengingat salah satu sebab dari kematian ibu adalah faktor ketidaktahuan tentang bahaya ibu hamil risti ataupun komplikasi baik ibu hamil, suami, keluarga dan masyarakat sehingga salah satu solusi yang akan dilakukan adalah dengan mensosialisasikan tentang 2 hal yaitu semua kehamilan adalah berisiko dan norma tanpa toleransi terhadap kematian ibu (NT3KI). Sesuai dengan 5 (lima) prinsip GSI dimana salah satunya adalah Partisipasi Laki-laki maka Tim Pen ggerak PKK Kabupaten Lumajang teruama pokja empat yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menggelar roadshow Parent Education yaitu pendidikan bagi orangtua dalam hal ini ibu hamil bersama suami atau keluarganya untuk membangun kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kehamilan dan persalinaan, memmbangun kesadaran ibu hamil, calon ibu dan keluarga, juga masyarakat pada umumnya untuk:

–    Memeriksakan kehamilan secara rutin
–    Memahami resiko tinggi kehamilan dan tanda-tanda bahaya kehamilan
–    Memantapkan untuk melakukan IMD dan asi ekslusif
–    Mengunjungi tenaga kesahatan bila terjadi tanda bahaya kehamilan
–    Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika terjadi komplikasi kehamilan
–    Melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan
–    Mengatur jarak kehamilan dengan ber-KB

Kegiatan ini dilakukan di lima kecamatan yaitu kecamatan Kunir, Senduro, Pasirian, Sukodono dan kecamatan Ranuyoso.  Sasaran kegiatan ini adalah 20 orang  ibu hamil bersama suamnya setiap kecamatan. Dukungan dari penetu kebijakan si wilayah kecamatan juga nampak terlihat dengan hadrinya apak camat, ibu camat, kepala puskesmas di setiap wilayah yang ditempati kegiatan ini. Adapun materi yang diberikan tidak sekompleks materi Parent education pada umumnya yang biasa dilaksanakan lebih dari dua hari, akan tetapi dilkasanakan masing-masing kecamatan satu hari, dengan materi yang disampaikan diprioritaskan pada materi tentang kehamilan, persiapan persalinan, peran suami pada masa kehamilan dan persalinan serta IMD dan Asi Ekslusif. Kegiatan mana dirasakan sangat bermanfaat hal ini dibuktikan dengan banykanya ibu hamil yang hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut, sehingga di beberapa kecamatan sampai melebihi dari kuota peserta.

Kegiatan ini merupakan salah satu dukungan dari TP PKK Kabupaten dalam berperan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu di kabupaten Lumajang. Semoga niat baik ini bisa menjadikan inspirasi bagi sektor-sektor terkait untuk berperan secara nyata dalam upaya penurunan angka kematian Ibu di kabupaten Lumajang (LDL)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang