Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) Satu dari Sejuta Solusi


Membahas Keluarga Sadar Gizi, Kriteria dan Upaya Mewujudkannya.

Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi sumber   daya   manusia,   serta   memiliki   kontribusi   yang   besar   untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.

Keadaan gizi yang baik merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Masalah gizi terjadi di setiap siklus kehidupan, dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama  kehidupan  merupakan  masa kritis, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yang terjadi pada periode ini misalnya stunting atau gannguan perkembangan lainnya bila tidak segera teratasi akan berakibat menjadi  permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Selanjutnya salah satu strategi utama yang telah ditetapkan diantaranya adalah seluruh keluarga menjadi Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), sebagai komponen Desa Siaga.

Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) adalah   suatu   keluarga   yang   mampu mengenal, mencegah dan mengatasi masalah gizi setiap anggotanya. Suatu keluarga disebut KADARZI apabila telah berperilaku gizi yang baik yang dicirikan minimal dengan:

  1. Menimbang berat badan secara teratur.
  2. Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan (ASI eksklusif).
  3. Makan beraneka Ragam.
  4. Menggunakan garam beriodium.
  5. Minum suplemen gizi sesuai anjuran.

Untuk mewujudkan perilaku KADARZI, sejumlah aspek perlu dicermati. Aspek ini berada di semua tingkatan yang mencakup 1) tingkat keluarga, 2) tingkat masyarakat, 3) tingkat pelayanan kesehatan, dan 4) tingkat pemerintah.

Pada  tingkat keluarga, aspek tersebut adalah i) pengetahuan dan keterampilan keluarga dan ii) kepercayaan, nilai dan norma yang berlaku. Sementara, di tingkat masyarakat yang perlu diperhatikan sebagai faktor pendukung perubahan perilaku keluarga, adalah i) norma yang berkembang di masyarakat dan ii) dukungan pemangku kepentingan (stakeholders) yang mencakup eksekutif, legislatif, tokoh agama/masyarakat, LSM, ormas, media massa, sektor   swasta   dan   donor.   Tingkat   pelayanan   kesehatan   mencakup pelayanan preventif dan promotif. Tingkat pemerintahan mencakup adanya kebijakan pemerintah yang mendukung dan pelaksanaan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Data Kadarzi di kabupaten Lumajang pada tahun 2016 adalah 35,0%, ada peningkatan pada tahun 2017 yaitu sejumlah 38,1%. Masih kecilnya capaian kadazi di kabupaten Lumajang ini memungkinkan menjadi salah satu penyebab masih tingginya angka stunting di kabupaten lumajang.  Berdasarkan data hasil riskesdas tahun 2018 kasus stunting di kabupaten Lumajang mencapai angka 28,1%. Melihat hal tersebut maka perlu dilakukan langkah –langkah sebagai salah satu upayanya  yaitu dengan mengawalinya melalui kegiatan desiminasi informasi kadarzi untuk kembali menggerakan pendataan kadarzi.

Pada kegiatan awal ini dihadirkan pengelola program gizi dan bidan desa dengan tujuan agar peserta mampu untuk melakukan pendataan kadarzi sesuai indikator kadarzi dan melakukan pemetaan kasus sehingga untuk intervensi dapat dilakukan secara tepat.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang yang sekaligus juga menyampaikan paparan tentang strategi kadarzi. Menurut beliau bahwa Strategi dasar KADARZI adalah pemberdayaan keluarga dan masyarakat, Bina Suasana dan Advokasi yang didukung oleh Kemitraan.

Selain penyampaian teori tentang indikator kadarzi dan cara melakukan pemetaan kadarzi juga dilakukan praktek cara penentuan kadarzi sesuai dengan indikator dan pemetaan sesuai kasus .

Harapannya kegiatan ini bisa dilakukan di tingkat dasawisma dan dilaksanakan tiap 6 bulan sekali (LDL)

The following two tabs change content below.
Lita Dwi Listyowati, SKM

Lita Dwi Listyowati, SKM

Penulis adalah proktisi dan pengelola program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang
Lita Dwi Listyowati, SKM

Latest posts by Lita Dwi Listyowati, SKM (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang