LESTARIKAN JAMU TRADISIONAL, PEMKAB BINA PELAKU UJG DAN UJR

Obat tradirional atau jamu merupakan warisan turun-temurun yang bersumber pada kekayaan alam. Bukti empiris menunjukkan bahwa jamu dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, utamanya dalam upaya promotif dan preventif. Melalui Permenkes Nomor 06 Tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional, Pemerintah berupaya melindungi masyarakat dari peredaran obat tradisional yang tidak memenuhi persyaratan kemanan, mutu, dan manfaat, sekaligus pengembangan Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR).

Untuk mengoptimalkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Usaha Jamu Gendong dan Usaha Jamu Racikan bertempat di ruang Pisang Raja Dinas Kesehatan, Rabu ( 7/3/2018). Peserta pada pertemuan ini sebanyak 60 Orang yang terdiri dari pengelola program UJG dan UJR Puskesmas serta Pengusaha Jamu Gendong dan Racik di Lumajang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Dra. Ria Cancerina, MM yang menyampaikan bahwa jamu sebagai warisan budaya harus tetap memperhatikan proses pembuatannya. “Jamu merupakan salah satu warisan budaya bangsa untuk mencegah atau mengobati penyakit sejak dulu. Akan tetapi jangan lupa dalam pembuatan jamu harus menjaga kebersihannya dari pembuatnya, kebersihan lingkungannya, dan jangan diberi Bahan Kimia Obat (BKO) yang bisa berbaya pada kesehatan”, ujarnya.

Sementara itu, bertindak sebagai Pemateri berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Lucky Widiyawati yang menyampaikan materi tentang Asuhan Mandiri melalu Taman Obat Keluarga (TOGA) dan Akupresur serta Kebijakan Program Obat Tradisional dan Pembuatan Jamu Segar yang Baik dan Benar.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan nantinya para pelaku UJG dan UJR dapat membuat jamu segar yang baik dan benar sehingga meningkatkan citra jamu, masyarakat lebih cinta jamu dan melestarikan budaya minum jamu. Sehingga minum jamu dapat menjadi bagian dari budaya hidup Bangsa Indonesia dalam upaya menjaga kesehatan dan kebugaran keluarga. (Dinkes-lmj)

Sumber : https://portalberita.lumajangkab.go.id/

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang