Mandiri Mengalirkan Air Sampai Rumah

Peranan Unit Pengelola Sarana (UPS ) Tirto Mandiri Potret Peran Masyarakat Dalam Pembangunan Sanitasi di Kab. Lumajang

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat  peran paguyuban air bersih di Kabupaten Lumajang berkembang menggembirakan. Tirto Lestari adalah wadah paguyuban tingkat Kabupaten  yang  beranggotakan  bebepa UPS (Unit Pengelola  Sarana) air bersih yang  berfungsi  sebagai sharing pengalaman dan  fasilitasi pemecahan masalah termasuk beberapa pertemuan di desa.

Diantara anggota UPS air bersih yang bernaung dibawah paguyuban Tirto Lestari, UPS Tirta Mandiri adalah salah satu anggota yang paguyuban yang telah berhasil  menfasilitasi kebutuhan air masyarakat secara swadaya.  UPS Tirto  Mandiri terbentuk  tahun 2005,  dengan latar belakang  kurangnya kecukupan air bersih di desa Dadapan Kecamatan Gucialit. Kekurangan tersebut disebabkan karena tiadanya  fasilitas bantuan yang mencukupi dan menjangkau diwilayah tersebut.  Kekurangan akses air bersih juga disebabkan tidak ditemukannya  sumber air bersih di wilayah desa tersebut.

Gotong Royong Tirto Mandiri Membangun Jaringan Air Bersih
Gotong Royong Tirto Mandiri Membangun Jaringan Air Bersih

Kemudian masyarakat yang dihimpun oleh Unit Pengelola Sarana Air Bersih (UPS) bergerak mencari solusi bagaimana caranya mendapatkan air bersih lagi dengan cepat dan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat serta tidak mengganggu masyarakat miskin. Salah satu bentuk solusi yang dimaksud dengan melakukan pencarian sumber mata air, yang kemudian berhasil didapatkan.

Setelah mendapatkan sumber mata air, permasalahan lain muncul dengan tidak adanya dana untuk membangun distribusi air bersih dari sumber ke Desa Dadapan. Tim UPS dengan dibantu oleh Sanitarian Puskesmas kemudian melakukan sosialisasi pada masyarakat. Sosialisasi awal ini difokuskan pada masyarakat dengan tingkat ekonomi mampu, sehingga swadaya dana dapat segera didapatkan.Setelah kesepakatan swadaya bersama masyarakat berhasil didapatkan, kemudian dilakukan survey lokasi. Survey ini dimaksudkan untuk menentukan titik-titik jaringan distribusi perpipaan air bersih, mulai dari sumber mata air yang ditemukan sampai dengan lokasi paket / kelompok rumah yang disepakati. Dari hasil survey ini ditemukan jarak, antara sumber mata air bersih sampai ke lokasi sekitar 24 Km.

Air Bersih itu Sudah Di Ujung Pipa
Air Bersih itu Sudah Di Ujung Pipa

Setelah mendapatkan kepastian jarak tersebut, kemudian Tim UPS membuat rencana anggaran biaya pembangunan jaringan distribusi, seperti  anggaran pengadaan pipa dan kebutuhan lainnya. Rencana anggaran ini kemudian dituangkan dalam bentuk Rencana Anggaran belanja (RAB). Berdasarkan RAB tersebut, ternyata masih terjadi kekurangan anggaran.  Untuk menekan kekurangan anggaran ini kemudian berhasil disepakati bersama masyarakat alternatif jalan keluarnya, yaitu dalam bentuk kerja bhakti penggalian pipa. Kerja bhakti bergotong royong dalam penggalian pipa distribusi ini kemudian diatur mekanissme dan jadwalnya pada masing-masing dusun dan RT.

Dalam waktu lebih kurang dua bulan gotong royong dan swadaya ini berjalan, masayarakat sudah bisa menikmati air bersih yang dibangun secara mandiri itu. Kemudian secara simbolis keberhasilan ini diresmikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang sekaligus memberikan nama UPS desa Dadapan dengan nama Tirta Mandiri (air bisa mengalir tanpa bantuan pemerintah).

Setelah keberhasilan pembanguna tersebut, paguyuban Tirto mandiri kemudian melakukan pembangunan sarana air bersih lainnya. Pembangunan kali ini dilakukan dengan bekerja sama dengan paguyuban Air Bersih Tirta Lestari.  Paguyuban Tirto Lestari adalah sebuah paguyuban yang menghimpun sekaligus sebagai wadah kerja sama UPS air bersih se Kabupaten Lumajang.

Air Bersih Sehat .. Telah Mengalir Sampai Rumah
Air Bersih Sehat .. Telah Mengalir Sampai Rumah

Dari kerja sama tersebut berhasil membangun jaringan distribusi air bersih lintas kecamatan dan lintas kabupaten yang dilakukan secara murni swadaya masyarakat.  Lokasi yang dilalui jaringan ini membentang dari lereng wilayah Tengger Kab. Probolinggo, sebagai letak lokasi sumber mata air, yang dialirkan ke desa-desa di wilayah tiga kecamatan, masing-masing kecamatan Gucialit, Padang dan Kedungjajang.
Jaringan distribusi diatas kemudian diwadahi dalam bentuk paguyuban air bersih yang diberi nama Tirta Tri Tunggal. (MA)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang