Marketing Sanitasi Kab. Lumajang

Menjual Jamban Mendapatkan Kesehatan

Program Marketing Sanitasi yang mulai dikembangkan di Kabupaten Lumajang sejak tahun 2010, antara lain dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat pada jamban sehat. Marketing sanitasi ini pada dasarnya adalah memasarkan jamban, menjual jamban sehat kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan terobosan inovatif, setelah berbagai program untuk meningkatkan cakupan jamban masyarakat dirasakan hasilnya kurang optimal, seperti dengan memberi bantuan jamban langsung kepada masyarakat, arisan jamban, dan program sejenis lainnya.

marketing sanitasi lumajang

Sasaran utama kegiatan marketing sanitasi selain pada keluarga yang belum mempunyai jamban, juga pada keluarga yang sudah mempunyai jamban namun belum memenuhi syarat. Sasaran tersebut mendapatkan informasi dan detail produk jamban sehat dari para tenaga pemasaran yang bekerjasama dengan distributor dan penyandang dana. Mereka merupakan pemain-pemain utama marketing sanitasi ini. Dengan berbagai sinkronisasi pembagian peran ini, sampai dengan tahun 2012 hasil marketing sanitasi di Kabupaten Lumajang telah melahirkan banyak pengusaha jamban dengan ribuan jamban berhasil dijual kepada masyarakat. Namun demikian, ternyata jumlah jamban yang berhasil terjual tersebut sebenarnya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan potensi pasar yang ada. Sasaran potensial untuk pemasaran jamban sehat di seluruh Kabupaten adalah kepala keluarga yang masih melakukan praktik buang air besar sembarangan atau masih menggunakan pada jamban sharing atau jamban tidak sehat.

marketing sanitasi kab lumajang
Salah satu jamban program marketing sanitasi

Menjual jamban memang berbeda dengan menjual produk lainnya seperti produk elektronik atau sepeda motor. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi konsumen sehingga bersedia membeli jamban. Disamping rasa butuh mereka pada jamban, juga terkait dengan pengetahuan mereka tentang jamban dan jamban sehat, baik dari aspek teknis maupun anggaran. Berbagai faktor budaya, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan psiko-sosial dapat memotivasi orang untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Pada faktor sosial salah satu faktor yang menghambat pemasaran jamban ini adalah penerimaan sosial pada praktik buang air besar sembarangan. Misalnya kita menganggab hal biasa jika melihat saudara, tetangga, atau teman kita buang air besar di sungai. Sebagian masyarakat masih terbiasa buang air besar di sungai atau kebun. Selain itu juga karena masyarakat belum mengetahui manfaat kesehatan menggunakan jamban sehat.

Berdasarkan beberapa kenyataan diatas, program marketing sanitasi ini kedepan masih merupakan program yang menarik untuk terus dikembangkan, mengingat peluang besar dan berbagai tantangannya.(MA)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang