Permasalahan kesehatan di masyarakat sangat kompleks dan beragam. Permasalahan tersebut tidak dapat dipecahkan sendiri, tetapi dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat yang siaga dan mandiri melalui Desa Siaga Aktif. Desa siaga Sebagai perwujudan masyarakat desa dan kelurahan yang peduli, tanggap, dan mampu mengenal, mencegah, serta mengatasi permasalahan kesehatan secara mandiri sehingga derajat kesehatannya meningkat.

 

Dilatarbelakangi  permasalahan tersebut, Dinas Kesehatan dan lintas sektor terkait  melaksanakan penilaian Desa INSPIRATOR (Inovasi Peningkatan Strata dan Indikator) PHBS sebagai salah satu perwujudan dari Desa Siaga Aktif. Dari 205 Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Lumajang di dapatkan 26 Desa yang mempunyai inovasi Desa Siaga kemudian dilakukan penilaian melalui profil Desa Siaganya selanjutnya ditetapkan 11 Desa sebagai Nominasi Desa Inspirator PHBS. Sebagai penghargaan bagi pelaksana terbaik desa atau kelurahan siaga aktif tingkat kabupaten akan diambil 5 Desa Terbaik  yang selanjutkan akan dibjna dalam setahun untuk selanjutnya akan dikompetisikan Penilaian Desa atau Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi.

 

Kesempatan kali ini (31/10) diadakan penilaian Desa INSPIRATOR (Inovasi Peningkatan Strata dan Indikator) PHBS dilaksanakan di 2 desa antara lain Desa Wonokerto Kec. Tekung dan Desa Sidorejo Kec. Rowokangkung. Dari hasil kunjungan tim pada kedua desa tersebut didapatkan peran pemerintah desa dan masyarakat sangat baik, peduli, dan sadar terhadap permaslaahan kesehatan. Akan tetapi, perlunya pembenahan dan perbaikan dalam pemenuhan indikator Desa Siaga Aktif berstrata Mandiri. Dengan Desa Siaga Aktif diharapkan terbentuknya Desa Sehat dan menjadi Kecamatan Sehat selanjutnya terciptanya Kabupaten Lumajang Sehat, Sejahtera, dan bermartabat.