Gema Cermat Dukung Penggunaan Obat Secara Rasional Oleh Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan menggelar Sosialisasi GEMA CERMAT (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) yang bertempat di Pondok Asri Lumajang, Selasa (8/8). Acara tersebut dibuka oleh Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag yang didampingi Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes. Turut hadir perwakilan Komisi IX DPR RI, Drs. Ayub Khan, M.Si, Kabid Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, drg. Ina Maharani, M.kes dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Tiworo Setyowati, M.Kes.

Gema cermat merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, dimana melalui Gema Cermat, diharapkan penggunaan obat secara rasional oleh masyarakat dapat tercapai.

Penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis sesuai dengan kebutuhan dan dalam periode waktu yang tepat. Dari data WHO diperkirakan di seluruh dunia lebih dari 50% obat diresepkan dan digunakan secara tidak tepat, termasuk Indonesia. Dari data riset Kesehatan dasar tahun 2013 ditemukan bahwa 35,2%, rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi dan 27,8% obat yang disimpan tersebut di antaranya adalah antibiotik yang diperoleh tanpa resep dokter.

Untuk itu melalui Sosialisasi GEMA CERMAT ini diharapkan masyarakat lebih paham dan sadar dalam penggunaan obat. “Kegiatan ini dalam rangka percepatan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat serta mewujudkan peran serta apoteker untuk selalu mensosialisasikan penggunaan obat yang tepat kepada masyarakat,”ujar dr. Triworo.

Sementara itu menurut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi, drg. Ina Maharani, M.Kes mengatakan bahwa Lumajang merupakan salah satu Kabupaten dengan capaian POR (Penggunaan Obat Rasional) 100 persen. “Lumajang menjadi salah satu capaian POR 100% dari 4 indikator yakni Prosentase antibiotik ISPA mencapai 3,25 % dari target 2,5%, Prosentase Antibioatik Diare Non Spesifik mencapai 4,54% dari target 8%, Prosentase Injeksi mealgia 0,28% dari target minimal 1% dan pemakaian jumlah resep pada lembar resep 1,33% dari target 3%, kalau dimasukkan sistem menjadi 100%,” ujar Ina Maharani.

Bupati Lumajang, Drs. As’at, M.Ag menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan obat secara cerdas. “Gunakan obat secara tepat, baca informasi dengan cermat dan jangan sungkan tanya ke apoteker dan dokter,” tegas Bupati.

https://portalberita.lumajangkab.go.id/detail_berita.php?id=aHOMgg%3D%3D