Olah Raga untuk Kesehatan

Olah Raga untuk Kesehatan dengan Prinsip BBTT (Baik, Benar,Terukur, Teratur).

 

  1. Latar Belakang
  • WHO 1999, 60% dari seluruh beban penyakit di dunia di sebabkan oleh penyakit tidak menular (Degeneratif)
  1. Penyakit tidak menular
  • Penyakit Jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kencing manis
  • Kanker
  • Osteoporosis
  • Dan lain-lain
  1. Gaya Hidup
  • Pola makan tidak seimbang / tidak sehat
  • Kurang melakukan aktifitas fisik
  • Kebiasaan merokok
  1. Bergerak dan berolahraga dapat mencegah penyakit – penyakit tersebut dan dapat meningkatkan derajat kesehatan, kebugaran dan produktifitas kerja.
  2. Meningkatnya minat masyarakat berolahraga merupakan cerminan kesadaran masyarakat bahwa olahraga memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan dan kebugaran jasmani.
  3. Olahraga di masyarakat

Di pendopo PonorogoDari hasil pengamatan keadaan tersebut belum di dukung dengan pengetahuan bagaimana cara berolahraga yang Baik, Benar, Terukur dan Teratur

  1. BAIK
  • Dimulai sejak usia dini hingga usia lanjut
  • Dilakukan dimana saja dengan memperhatikan lingkungan yang sehat, aman, nyaman, bebas polusi, dan tidak beresiko cidera
  • Menggunakan perlengkapan (pakaian, sepatu) yang sesuai dengan ukuran dan jenis olahraga, bila diperlukan menggunakan pelindung (kacamata, topi, dll)
  • Jenis olahraga di lakukan secara bervariasi
  • Dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemanasan – peregangan (10-15 menit) latihan inti (20-60 menit) Pendinginan – peregangan (5-10 menit)
  1. BENAR
  • Olahraga yang dilakukan sesuai dengan kondisi fisik dan pada gerak yang telah dibakukan, agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan
  1. TERUKUR

Berat ringannya dalam melakukan olahraga (Intensitas latihan) dengan manghitung denyut nadi latihan.

Ex :

  • Untuk meningkatkan daya tahan jantung – paru di perlukan 70% – 85% denyut nadi maksimal (DNM) dengan waktu ½ – 1 jam.
  • Untuk menurunkan berat badan diperlukan 60% – 70% DNM dengan waktu > 1 jam.
  • DNM = (220 – umur) kali/menit.
  1. TERATUR
  • Untuk mencapai hasil optimal, OR perlu dilakukan minimal 3x seminggu dan maksimal 5x seminggu.
  • Bila OR dilakukan < 3x seminggu, tidak mencapai hasil yang optimal dan akan mengurangi efek latihan yang sudah dicapai.
  • Bila olahraga dilakukan > 5x seminggu, tubuh tidak mempunyai cukup waktu untuk pemulihan fungsinya.
  1. Apa yang terjadi bila tidak mengikuti OR BBTT ?
  • Tidak terjadi peningkatan kebugaran jasmani yang optimal
  • Tidak tercapai manfaat OR yang diharapkan
  • Kemungkinan terjadi cidera
  1. Apa yang dilakukan setelah OR ?
  • Tetap melakukan gerak ringan, agar fungsi fisiologis tubuh kembali ke kondisi semula
  • Minumlah secukupnya, sebaiknya air sejuk (bukan air es) dan sedikit manis untuk mengganti cairan yang hilang dan mempercepat pengosongan lambung
  • Makan sedikit saja berupa makanan lunak dan mudah dicerna
  • Ganti pakaian OR untuk menghindari penguapan yang berlebihan
  • Mandi setelah tidak berkeringat
  1. Apa yang dilakukan bila terjadi cidera OR ?
  • Hentikan segera kegiatan OR
  • Lakukan prinsip P3K
  • Lakukan prinsip RICE

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.