Orientasi Penanggulangan Bumil Anemia dan KEK

Orientasi Penanggulangan Bumil Anemia dan KEK Bagi Petugas

Salah satu permasalahan gizi ibu hamil adalah kekurangan energi kronik (KEK) dan anemia. Hal ini antara lain yang melatar belakangi kegiatan Orientasi Penanggulangan Bumil Anemia dan KEK ini.

Kegiatan orientasi ini dilaksanakan tanggal 1 April 2019, bertempat di Ruang pertemuan Dinkes Lumajang.  Tujuan orientasi untuk meningkatkan pemahaman petugas tentang  SOP Penanganan ibu hamil KEK dan anemia di Puskesmas.  Selain itu juga untuk mendapatkan informasi tentang pengalaman Puskesmas dalam melakukan penanganan  bumil  anemia dan KEK di Puskesmas Ranuyoso dan Yosowilangun. Kegiatan orientasi dihadiri  sebanyak 75 peserta, terdiri dari dokter umum, pengelola  gizi dan bidan koordinator seluruh Puskesmas se Kabupaten Lumajang.

Pertemuan ini dibuka oleh kepala bidang Kesehatan Masyarakat , dr Rosyidah, dimana dalam pengarahanya  menekankan, bahwa jika bumil KEK  tidak dikawal maka akan menimbulkan bayi lahir dengan berat badan rendah ( BBLR). Kondisi ini sangat berisiko menimbulkan stunting  dikemudian hari.

Penanganan gizi secara komprehensif, seperti dengan pemberian ASI ekslusif  merupakan bagian penting untuk mengupayakan 1000 hpk

Salah satu sarana vital mewujudkan hal diatas antara lain dengan “memakmurkan” kembali Posyandu kita, dengan berbagai inovasi pelayanan sehingga ibu dan balita tergerak lagi datang ke Posyandu dan mengoptimalkan peran Posyandu untuk kesehatan putra-putri mereka.

Pada pertemuan ini disampaikan pedoman penanggulangan anemia yang ditindaklanjuti dengan SOP yang bisa diaplikasikan di Puskesmas sehingga ibu hamil mendapat pelayanan dengan baik. 

Agar terwujud kolaborasi program perencanaan maupun intervensi maka perlu dilakukan advokasi tentang kegiatan ke linsek  terkait baik di desa maupun di Kecamatan.

Peserta Orientasi Penanggulangan Bumil Anemia dan KEK

Sementara itu Farianingsih, kepala seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi  dalam paparannya menyampaikan bahwa kasus bayi berat badan lahir rendah  masih menjadi masalah penting di Kabupaten Lumajang . Salah satu penyebab kasus ini diantaranya karena kondisi ibu hamil yang mengalami anemia dan KEK.

Berangkat dari kondisi tersebut  perlu adanya juknis yang ditindaklanjuti dengan SOP agar penanggulangan bumil anemia dan KEK bisa ditangani secara paripuran. Perlu perhatian yang besar bagi dokter Puskesmas, Bidan Koordinator dan petugas gizi  pada berbagai langkah yang harus dilakukan sesuai kewengannnya.

Untuk lebih memperkaya pengalaman peserta orientasi, pada kegiatan ini juga dipaparkan pengalaman Puskesmas Yosowilangun dan Puskesmas Ranuyoso pada program penanggulangan Bumil KEK dan Bumil Anemia (melalui program inovasi bu saman dan suling rindu) Dari pertemuan ini diharapkan tim Puskesmas dpat melaksanakan SOP penanggulangan bumil anemia dan KEK dan bisa melakukan ATM (Adopsi Tiru Modifikasi) terhadap paparan Puskesmas Ranuyoso dan Yosowilangun (LDL)

The following two tabs change content below.
Lita Dwi Listyowati, SKM

Lita Dwi Listyowati, SKM

Penulis adalah proktisi dan pengelola program gizi di Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang
Lita Dwi Listyowati, SKM

Latest posts by Lita Dwi Listyowati, SKM (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang