Paliatif Lumajang Keren.. Paliatif Lumajang Bisa..!!

Program pelayanan paliatif adalah upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan bagi pasien dengan penyakit yang belum dapat disembuhkan atau pada stadium terminal, agar tetap dapat meningkatkan kualitas kehidupannya. Dalam prinsip dasar pelayanan paliatif, pengobatan atau perawatan dilakukan secara rasional dan manusiawi kepada pasien atau manusianya bukan pada penyakitnya dengan memberikan pelayanan terbaik sampai akhir hayat pasien tersebut.  Dasar hukum kebijakan program pelayanan paliatif Yaitu melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 812/Menkes/SK/VII/2007.

Pada prakteknya, program paliatif belum sepenuhnya dilaksanakan dan cenderung menjadi program inovasi di beberapa puskesmas. Di Kabupaten Lumajang, satu-satunya layanan paliatif ada di Puskesmas Sumbersari. Atas latar belakang kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi progam paliatif dengan mengundang narasumber yang sudah cukup dikenal oleh masyarakat karena ceramahnya banyak tersebar di media sosial, yaitu dr. Agus Ali Fauzi PGD. Pall.Med dari Tim Paliatif RSU dr. Soetomo Surabaya.

Agus Hari Widodo SKM.,M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalaian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dalam sambutan pembuka acara tersebut menyampaikan bahwa, pelaksanaan program paliatif di puskesmas sudah dilaksanakan sampai pada fase terminal yaitu pelayanan umum dan kunjungan home visite, namun masih menemui beberapa kendala diantaranya; belum melibatkan unsur lintas sektor dan lintas program, kinerja tim masih terbatas pada kegiatan kuratif, masalah psikososial pasien dan keluarga belum dapat terlayani dengan maksimal, belum terintegrasi dengan program pelayanan kesehatan lainnya.

Tujuan dari dilaksanakannya pertemuan sosialisasi paliatif adalah untuk meningkatkan jalinan komunikasi pada jejaring dan akses pelayanan terutama di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan atau FKTL di Kabupaten Lumajang. Meningkatkan motivasi, wawasan, kepedulian semua pihak dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang seoptimal mungkin. Sebagai peserta kegiatan sosialisasi paliatif adalah  dokter puskesmas dan klinik, lintas sektor, pengelola program PTM dan Kesehatan Jiwa puskesmas se kabupaten lumajang serta tim paliatif dari Puskesmas Sumbersari.

Sebagai narasumber pertama adalah dr. Susi Ernawati, PGD. Pall.Med. (ECU) dari tim paliatif RSUD dr. Soetomo Surabaya dengan materi berjudul “Prinsip Dasar dan Etik Dalam Pelayanan Paliatif”. Dalam materinya dr. Susi menyampaikan bahwa, prinsip dasar etik perawatan paliatif terdiri dari; otonomi, berbuat baik, tidak merugikan, keadilan, kejujuran, kerahasiaan, dan bisa dinilai atau terukur. Otonomi adalah berkaitan dengan hak individu untuk membuat keputusan terhadap tindakan yang akan atau tidak dilakukan setelah mendapatkan informasi dari dokter secara jelas dan transparan. Berbuat baik yaitu melakukan tindakan yang bermanfaat untuk pasien dengan memperhatikan kenyamanan, kemandirian, kesejahteraan pasien dan keluarga, serta sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Tidak merugikan, maksudnya adalah bahwa tindakan yang dilakukan tidak menciderai atau memperburuk keadaan kondisi pasien.  

Prinsip keadilan, yaitu dengan tidak melakukan diskriminasi kepad pasien. Prinsip kejujuran  adalah melalui penyampaian informasi dengan jujur dan jelas, menggunakan bahasa yang dapat dimengerti, sebatas apa yang ditanyakan oleh pasien dan keluarga. Kerahasiaan tentang dokumen pasien harus dijaga. Prinsip akuntabilitas yaitu bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan, paham terhadap konsekuensi yang dialami dari tindakan yang dilakukan, selalu menerapkan SOP, etik dan norma yang berlaku.

Narasumber kedua adalah dr. Agus Ali Fauzi PGD. Pall.Med. dr. Agus yang dikenal ceramahnya yang kocak dan anti mainstream memberikan materi tentang kegiatan dan manfaat paliatif dan bebas nyeri RSUD dr. Soetomo. dr Agus pada awal materinya bercerita  tentang sejarah paliatif di RSU Soetomo yang merupakan cikal bakal pelayanan paliatif di Indonesia, yaitu dengan dibukanya poliklinik perawatan paliatif & bebas nyeri RSU dr. Soetomo pada pada tanggal 19 Februari 1992. Latar belakang terbentuknya layanan paliatif karena angka kejadian penyakit kanker cenderung meningkat yaitu 0,1 % dari jumlah penduduk pada setiap tahunnya (Depkes 1997). Ditemukan pasien kanker lebih dari 50% yang datang dalam kondisi stadium yang sudah lanjut dan sebagian besar belum mendapatkan perawatan sesuai kaidah World Health Organisation (WHO). Dalam falsafah perawatan paliatif bahwa pelayanan yang diberikan harus dapat meningkatkan kualitas hidup yang optimal sehingga meninggal dengan tenang dan dalam iman.

Tujuan utama dari pelayanan paliatif adalah untuk memuaskan dan membahagiakan pelanggan sehingga dalam pengobatan bukan untuk mengobati penyakitnya namun untuk mengobati atau merawat pasiennya. Mengingat begitu pentingnya dan mulianya pelayanan paliatif, dr. Agus berharap layanan paliatif dapat dilakukan oleh semua puskesmas di Kabupaten Lumajang bekerjasama dengan lintas sektor terkait. “Paliatif Lumajang keren, Paliatif Lumajang bisa!!,” tutup dr. Agus dalam ceramahanya. (LUA)

The following two tabs change content below.
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Lukman Afifudin, SKM, MPH

Penulis sehari-hari bekerja di Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang, pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Latest posts by Lukman Afifudin, SKM, MPH (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang