Dari hasil cakupan konsumsi garam dimasyarakat melalui kegiatan monitoring garam beryodium didapat Kabupaten Lumajang berada di peringkat 33 dari 38 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur berkolerasi dengan nilai prevalensi Balita Stunting yang tinggi di Lumajang pada tahun 2016.

Dilatarbalakangi permasalahan tersebut, yang tergabung dalam tim operasi pasar garam beryodium antara lain, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Perdagangan, Satpol PP, DPMD, dan PKK berkerja sama dengan Lembaga non Provite “Micronotrien Inisiative” melaksanakan operasi pasar terkait garam beryodium di Pasar Baru Lumajang, dan Pasar Grati (MKS), Senin (18/9).

Didapatkan hasil dari 38 Sampel secara random didapatkan 26 Garam yang memenuhi standart minimum Yodium sebesar 30 ppm. Selain kegiatan pemeriksaan garam yang mengandung yodium, tim juga memberikan edukasi pada pedagang untuk membeli garam yang beryodium saja. (Dinkes-lmj)