Bagaimana Menyelenggarakan Posyandu

Pengelolaan dan Peran Kader pada Kegiatan Posyandu

Berbagai upaya harus diusahakan untuk selalu meningkatkan peran dan fungsi Posyandu. Salah satu peran penting dilakukan oleh kader dalam penyelenggaraan Posyandu, Kader berperan sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat. Kader juga sebagai penggerak sasaran masyarakat untuk datang ke Posyandu. Dalam penyelenggaraannya, pengelolaan Posyandu dipilih dilakukan oleh masyarakat. Hal ini terutama dilakukan pada saat musyawarah pembentukan Posyandu, dengan pengurus Posyandu sekurang-kurangnya terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara.

Peran Kader Posyandu

Sedangkan beberapa kriteria pengelola Posyandu, antara lain:

  1. Sukarelawan dan tokoh masyarakat setempat.
  2. Memiliki semangat pengabdian, berinisiatif tinggi, dan mampu memotivasi
  3. Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat.

Waktu dan Lokasi Posyandu

  • Penyelenggaraan Posyandu sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan. Jika
  • diperlukan, hari buka Posyandu dapat lebih dari satu kali dalam sebulan. Hari dan
  • waktunya sesuai dengan hasil kesepakatan masyarakat.
  • Posyandu berlokasi di setiap desa/kelurahan/RT/RW atau dusun, salah satu kios di pasar,
  • salah satu ruangan perkantoran, atau tempat khusus yang dibangun oleh swadaya
  • Tempat penyelenggaraan kegiatan Posyandu sebaiknya berada di lokasi yang
  • mudah dijangkau oleh masyarakat.

Pembentukan Posyandu

Langkah-langkah pembentukan Posyandu.

  1. Mempersiapkan para petugas/aparat sehingga bersedia dan memiliki kemampuan mengelola serta membina Posyandu.
  2. Mempersiapkan masyarakat, khususnya tokoh masyarakat sehingga bersedia mendukung penyelenggaraan Posyandu.
  3. Melakukan Survei Mawas Diri (SMD) agar masyarakat mempunyai rasa memiliki, melalui penemuan sendiri masalah yang dihadapi dan potensi yang dimiliki.
  4. Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk mendapatkan dukungan dari tokoh
  5. Membentuk dan memantau kegiatan Posyandu dengan kegiatan pemilihan pengurus dan kader, orientasi pengurus dan pelatihan kader Posyandu, pembentukan dan peresmian Posyandu, serta penyelengaraan dan pemantauan kegiatan Posyandu.

Peran Kader

Terdapat berbagai peran kader, baik sebelum, pada saat, maupun sesudah hari buka Posyandu, yaitu

Sebelum Hari Buka Posyandu

  1. Melakukan persiapan penyelenggaraan kegiatan Posyandu.
  2. Menyebarluaskan informasi tentang hari buka Posyandu melalui pertemuan warga setempat atau surat edaran.
  3. Melakukan pembagian tugas antar kader, meliputi pendaftaran, penimbangan,pencatatan, penyuluhan, pemberian makanan tambahan, serta pelayanan yang dapat dilakukan oleh kader.
  4. Melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan dan petugas lainnya terkait dengan jenis layanan yang akan diselenggarakan. Jenis kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Posyandu sebelumnya atau rencana kegiatan yang telah ditetapkan berikutnya.
  5. Menyiapkan bahan penyuluhan dan pemberian makanan tambahan bahan-bahan penyuluhan sesuai permasalahan yang di dihadapi para orangtua serta disesuaikan dengan metode penyuluhan, misalnya: menyiapkan bahan-bahan makanan apabila ingin melakukan demo masak, lembar balik untuk kegiatan konseling, kaset atau CD, KMS, buku KIA, sarana stimulasi balita.
  6. Menyiapkan buku-buku catatan kegiatan Posyandu.

Saat Hari Buka Posyandu

  1. Melakukan pendaftaran, meliputi pendaftaran balita, ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, dan sasaran lainnya.
  2. Pelayanan kesehatan ibu dan anak. Untuk pelayanan kesehatan anak pada Posyandu,dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, penguku ran lingkar kepala anak,pemantauan aktifitas anak, pemantauan status imunisasi anak, pemantauan terhadap tindakan orangtua tentang pola asuh yang dilakukan pada anak, pemantauan tentang permasalahan anak balita, dan lain sebagainya.
  3. Membimbing orangtua melakukan pencatatan terhadap berbagai hasil pengukuran dan pemantauan kondisi anak balita.
  4. Melakukan penyuluhan tentang pola asuh anak balita. Dalam kegiatan ini, kader bisa memberikan layanan konsultasi, konseling, diskusi kelompok dan demonstrasi dengan orangtua/keluarga anak balita.
  5. Memotivasi orangtua balita agar terus melakukan pola asuh yang baik pada anaknya, dengan menerapkan prinsip asih-asah-asuh.
  6. Menyampaikan penghargaan kepada orangtua yang telah datang ke Posyandu dan minta mereka untuk kembali pada hari Posyandu berikutnya.
  7. Menyampaikan informasi pada orangtua agar menghubungi kader apabila ada permasalahan terkait dengan anak balitanya.
  8. Melakukan pencatatan kegiatan yang telah

Sesudah Hari Buka Posyandu

  1. Melakukan kunjungan rumah pada balita yang tidak hadir pada hari buka Posyandu,anak yang kurang gizi, atau anak yang mengalami gizi buruk rawat jalan, dan lain-lain.
  2. Memotivasi masyarakat, misalnya untuk memanfaatkan pekarangan dalam rangka meningkatkan gizi keluarga, menanam tanaman obat keluarga, membuat tempat bermain anak yang aman dan nyaman. Selain itu, memberikan penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, pimpinan wilayah untuk menyampaikan hasil kegiatan Posyandu serta mengusulkan dukungan agar Posyandu terus berjalan dengan Menyelenggarakan pertemuan, diskusi dengan masyarakat, untuk membahas kegiatan usulan dari masyarakat digunakan sebagai bahan menyusun rencana tindak lanjut kegiatan berikutnya.
  3. Mempelajari Sistem Informasi Posyandu (SIP). SIP adalah sistem pencatatan data atau informasi tentang pelayanan yang diselenggarakan di Posyandu. Manfaat SIP adalah sebagai panduan bagi kader untuk memahami permasalahan yang ada, sehingga dapat mengembangkan jenis kegiatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Format Sistem Informasi Posyandu antara lain meliputi;

  • catatan ibu hamil, kelahiran, kematian bayi, kematian ibu hamil, melahirkan,
  • catatan bayi dan balita yang ada di wilayah kerja Posyandu; jenis kegiatan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan sasaran.
  • Catatan pemberian vitamin A, pemberian oralit, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil, tanggal dan status pemberian imunisasi;
  • catatan wanita usia subur, pasangan usia subur, jumlah rumah tangga, jumlah ibu
  • hamil, umur kehamilan, imunisasi ibu hamil, risiko kehamilan, rencana penolong
  • persalinan, tabulin, ambulan desa, calon donor darah yang ada di wilayah kerja Posyandu.

Sumber : Ayo ke POSYANDU Setiap Bulan, Pusat Promosi Kesehatan, Tahun 2012

The following two tabs change content below.
Avatar
Penulis konsen pada bidang Kesehatan Masyarakat., bekerja pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang
Avatar

Latest posts by Munif Arifin,SKM,MPH (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang