Posbindu PTM Sekolah

Sosialisasi Lintas Sektor Posbindu PTM Sekolah

Masa remaja adalah masa yang sangat penting, banyak terjadi perubahan baik fisik, mental maupun sosial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada perubahan fisik remaja, terjadi pertumbuhan cepat yang ditandai oleh kenaikan tinggi badan dan berat badan serta meningkatnya kapasitas organ vital tubuh. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, bahwa pada usia remaja sudah banyak  terpapar faktor risiko penyakit tidak menular dan dapat berdampak pada munculnya gangguan penyakit metabolik pada usia produktif dini ( 15 – 24 tahun ). Sehingga perlu untuk dikenalkan sejak dini tentang intervensi upaya pencegahan dan pengendalian terjadinya faktor risiko penyakit tidak menular melalui penerapan budaya pola hidup sehat bagi remaja melalui “Pos Pembinaan Terpadu Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Sekolah” atau POSBINDU PTM SEKOLAH.

Pada Tahun 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang telah melaksanakan sosialisasi program Posbindu PTM di sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan peran dan partisipasi terhadap upaya pengendalian PTM di sekolah tingkat SMA/SMK/MA melalui kegiatan Posbindu PTM sekolah. Menindaklanjuti hasil  sosialisasi tersebut dan untuk meraih dukungan aktif dari stakeholder di sekolah atau lintas sektor maka pada tanggal 20 Juni 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang menyelenggarakan pertemuan sosialisasi lintas sektor program Posbindu PTM sekolah di Aula Hotel Gajah Mada Lumajang.  

Tujuan dilaksanakannya kegiatan diatas, untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan stakeholder di sekolah dan lintas sektor dan pentingnya upaya pengendalian PTM sejak dini pada remaja. Sehingga, dapat terjalin koordinasi dan kerjasama antara semua pihak diwilayah dalam mewujudkan Posbindu PTM di sekolah. Peserta pertemuan berjumlah 150 peserta yang terdiri dari; unsur lintas sektor yang terdiri dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Kantor Kementerian Agama Lumajang, Bappeda dan Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Lumajang. Kepala sekolah SMA/MA, Ketua Komite Sekolah, Pengelola Program PTM Keswa dan UKS puskesmas.

Umar Hasan S.Ag.,M.Ag narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang memberikan materi dengan judul “Kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Tentang UKS/M, Membangun Generasi Islam Milenial Berkarakter, Sehat Tanpa Narkoba, Bersih Anti Radikalis & Teroris”. Lewat materinya, Umar Hasan menyampaikan bahwa, upaya dinas kesehatan untuk membentuk Posbindu PTM sekolah di SMA/MA dalam rangka deteksi dini upaya pengendalian penyakit tidak menular sudah sejalan dengan Visi Kementerian Agama yaitu; terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong. Visi tersebut diwujudkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang dalam beberapa program kebijakan, diantaranya; meningkatkan sarana/prasarana madrasah termasuk lingkungan/sanitasi, pembekalan bagi guru pembina UKS, melakukan kerjasama antar lembaga/institusi, pemeriksaan rutin kesehatan peserta didik bekerjasama dengan dinas kesehatan atau puskesmas. Selain itu, untuk meningkatkan motivasi siswa dan sekolah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang menyelenggarakan lomba inovasi pengelolaan madrasah sehat, lomba madrasah sehat, festival seni & UKS/M seperti lomba masakan tradisional sehat dengan gizi seimbang, lomba Pertolongan Pertama Kegawat Daruratan atau PPGD, dan lomba madding UKS 3 dimensi. Kegiatan lainnya yaitu seminar perkemahan seni & UKS/M.

Inovasi program Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang diberi nama GERAMM atau “Gerakan Ayo Membangun Madrasah”. Dalam GERAMM terdapat 2 program kegiatan, yaitu gerakan madrasah sehat atau GEMES, dan pengembangan usaha kesehatan madrasah atau UKM berkarakter. GEMES terdiri dari 3 sub kegiatan, yaitu gerakan madrasah green & clean, gerakan sehat dimulai dari saya, dan pengembangan UKM berkarakter. Aktualisasi kegiatan dari 3 sub unit program GEMES tersebut berupa pembudayaan hidup bersih dan sehat dimulai dari saya, program kantin sehat dan halal, program air bersih & suci, program WC thoharoh, pembentukan sekretariat tetap UKM, dan program multilevel system setiap madrasah sehat wajib memiliki 5 madrasah binaan. 6 kegiatan tersebut dibiayai melalui DIPA Kanwil Kemenag dan swadaya dari sekolah.

Deta Hasmi, S.Kom dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang menjadi narasumber kedua dalam pertemuan tersebut. Secara garis besar, Deta menyampaikan bahwa, Posbindu PTM dapat dilaksanakan diberbagai lokasi seperti di sekolah, tempat kerja, KBIH, dan tempat umum lainnya. Dalam kegiatan Posbindu terbagi menjadi 5 tahapan kegiatan, yaitu; tahapan ke-1 dalam bentuk pengisian biodata, NIK, dan pencatatan dan pelaporan hasil. Tahapan ke-2 dalam bentuk wawancara faktor risiko PTM pada peserta tentang riwayat keluarga dan diri sendiri. Tahapan ke-3 meliputi pengukuran tinggi badan, bebrat badan, lingkar perut, dan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Tahapan ke-4 meliputi pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Tahapan ke-5 atau terakhir yaitu berkaitan dengan edukasi informasi dan tindak lanjut. Dalam rencana pelaksanaan Posbindu PTM di sekolah, Deta menekankan kepada kepala sekolah untuk dapat menganggarkan sarana atau alat yang digunakan dalam Posbindu PTM sekolah melalui pos-pos anggran yang ada disekolah. (LUA)

The following two tabs change content below.
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Lukman Afifudin, SKM, MPH

Penulis sehari-hari bekerja di Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang, pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Latest posts by Lukman Afifudin, SKM, MPH (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang