PUSKESMAS KEDUNGJAJANG PERSEMPIT PEREDARAN GARAM NON YODIUM

Sebagai upaya mempersempit ruang peredaran garam non yodium di Kabupaten Lumajang, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kedungjajang melakukan monitoring peredaran garam non yodium di pasaran wilayah Kecamatan Kedungjajang, Senin (14/5/2018).

Saat pelaksanaan monitoring tersebut, petugas Puskesmas Kedungjajang Sri Indah Inandariyati, A.Md. Kep., mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir beredarnya garam konsumsi yang tidak beryodium atau di bawah Standar Nasional Indonesia (SNI).

Lebih lanjut, dia juga mengatakan, kegiatan monitoring ini juga bertujuan untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang garam dan makanan yang menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pedagang.

“Kegiatan monitoring ini dilakukan secara periodik, sebagai upaya untuk mengurangi dampak gangguan kesehatan akibat kekurangan yodium. Mengingat, dampak kekurangan yodium bisa sangat mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia, diantaranya perkembangan kecerdasan, perkembangan sosial dan perkembangan ekonomi,” ujarnya.

Sri Indah berharap, dengan dilaksanakannya monitoring ini, para pedagang dapat memilih dan membeli garam konsumsi beryodium atau makanan yang menggunakan BTP tidak berbahaya, sehingga kesehatan masyarakat dapat selalu terjaga.

Kegiatan monitoring ini bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Kedungjajang, Koramil 0821/ 05 Kedungjajajang serta sejumlah tim yang tergabung dalam kegiatan monitoring peredaran garam non yodium tersebut.

Sementara itu, Anggota tim monitoring dari Pos Koramil 0821/05 Kedungjajang Pelda Joko Prasetyo mengungkapkan, bahwa TNI juga mempunyai peranan penting dalam kegiatan monitoring garam non yodium, karena ini adalah salah satu wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat khususnya tentang kesehatan.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, persoalan gangguan akibat kekurangan yodium ini menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu dicermati. Mengingat, bisa menimbulkan dampak yang cukup serius terhadap intelektual dan kecerdasan serta dapat berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Adapun gangguan kesehatan yang terjadi akibat kekurangan yodium, diantaranya menyebabkan anemia, kekurangan vitamin A serta kekurangan protein dalam tubuh. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengetahuan dan wawasan masyarakat dalam memilih dan mengkonsumsi makanan,” ungkapnya.

Joko berharap, dengan adanya monitoring ini, masyarakat dapat lebih selektif dan teliti dalam membeli garam maupun membeli makanan yang menggunakan BTP tidak berbahaya yang berdampak negatif pada kesehatan tubuh. (Pendim 0821, Kominfo-lmj)

Sumber : https://portalberita.lumajangkab.go.id/

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang