Sarasehan KB MKJP Bagi TOGA & TOMA Pokja Revitalisasi Program KB Kabupaten Lumajang Tahun 2015

Kontrasepsi sebagai sarana pengaturan jarak kehamilan dan pengendalian jumlah penduduk sampai saat ini masih menjadi kontroversi di kalangan ilmuwan Islam maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ada sejumlah persoalan yang muncul terkait dengan masalah Islam dan keluarga berencana, mulai dari masalah hukum ber-KB dan makna keluarga berencana. Sebagian orang  menyakini merencanakan atau membatasi jumlah anak dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum Islam. Sebagian kalangan melarang penggunakan kontrasepsi metode tertentu, seperti IUD dan Kontap yang tergolong dalam metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) karena alasan tehnis pemasangan mapun cara kerjanya. Beberapa stigma dan keyakinan tersebut menyebabkan program KB khususnya MKJP kurang poluler atau kurang diminati. MJKB1Tokoh agama dan tokoh masyarakat selama ini memiliki peran yang sangat penting dalam rangka menyukseskan program pemerintah. Peran mereka tidak sebatas sebagai pencerah pada masyarakat tetapi juga sebagai pemberi contoh yang dapat diteladani. Karena itu kepada mereka harus kita titipkan program KB MKJP agar pesan kependudukan dan KB khususnya MKJP selalu bergema di masyarakat.

Agar lebih memantapkan peran serta Toga dan Toma dalam program KB MKJP, Pokja Revitalisasi Program KB Kabupaten Lumajang memandang perlu melakukan kegiatan “Sarasehan KB MKJP bagi Toga dan Toma”  Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mendapatkan dukungan dakwah KB MKJP oleh Toga dan Toma dalam rangka mengurai stigma di masyarakat, sehingga terjadi peningkatan penggunaan KB MKJP di Kabupaten Lumajang
MJKP2Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2015 dan dibuka secara resmi oleh PLT sekda Kabupaten Lumajang bertempat di ruang pertemuan lantai 3 (nararya kirana) pemkab Lumajang, yang dihadiri oleh Tokoh agama  dan Tokoh masyarakat : (Aisyiah, Fatayat, Muslimat, Ketua Pokja Penyuluh agama, al Hidayah, Khoirun nisa’, ketua paguyupan RT/RW, PITI (pembina iman tauhid indonesia), MUI, PD Muhammadiah, PD LD NU, KBPII, FKUB, Pesantren Ar Rahmania, Ponpes Banyu Putih, Ponpes Al Fauzan Labruk Kidul, Ponpes Darun Najah, ketua MUI dari 4 kecamatan (ranuyoso, yosowilangun, sukodono, klakah dan gucialit) yang merupakan kecamatan percontohan dalam penggerakan akseptor KB MKJP dengan dukungan dari Tim KB desa (TKBD). Selain itu pertemuan ini dihadiri juga oleh anggota kelompok kerja Revitalasi Program KB/RPKB atau Districk Work  Group (DWG) yang terdiri dari unsur Badan KB, dinas kesehatan, PKK dan Forum Lumajang Sehat.MJKP3Pemateri yang menjadi narasumber dari pertemuan ini adalah dari Kementrian Agama kabupaten Lumajang, Badan KB, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan dari  PO ICMM Propinsi Jatim. Pada sesion diskusi ada beberapa saran dan masukan dalam pemahaman program di masyarakat yaitu untuk dilakukan KIE juga pada golongan mahasiswa di kampus-kampus yang ada di kabupaten Lumajang dan juga bisa melalui remaja baik di sekolah maupaun di pondok-pondok pesantren sehingga mereka secara dini bisa mengetahui informasi tentang pendewaan usia dini maupun program KB yang lainnya. Disamping itu juga pada pertemuan ini  diperoleh  kesepakatan  dukungan dakwah KB MKJP oleh Toga dan Toma berupa Format Rencana Tindak Lanjut yaitu dengan memasukan  KIE KB MKJP dan upaya penggerakan calon akseptor KB dalam setiap kegiatan di masing-masing organisasi keagamaan maupun di organisasi kemasyarakatan (LDL)