Seminar Penatalaksaan Hipertensi dan Ginjal Kronis

Seminar Peningkatan Kapasitas Dokter Dalam Penatalaksaan Hipertensi dan Ginjal Kronis

Bulan mei diperingati sebagai hari hipertensi dunia. Pada hari Rabu, 2 Mei 2019 bertempat di Aula Rumah Sakit Dr. Haryoto Lumajang Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang bekerjasama dengan IDI Lumajang menyelenggarakan seminar Upaya Peningkatan Kapasitas Tenaga Medis Dalam Pengendalian Penyakit Ginjal Kronis dan Pemeriksaan Micro Albumin Serta Upaya Pengendalian Hipertensi. Sebagai narasumber seminar adalah dokter dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia atau Pernefri. Yaitu;  dr. Pranawa Sp.PD KGH dengan materi “Strategi Penatalaksanaan Penyakit Ginjal Kronis dan Pemeriksaan Micro Albumin”, dan dr. Widodo Sp.PD KGH dengan materi “Upaya Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pengendalian Hipertensi” . Pernefri adalah organisasi profesi dokter seminat khususnya yang bergerak dibidang hipertensi dan nefrologi.

Seminar dibuka oleh PLT Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo IGN. Dalam sambutannya, dr. Bayu menyampaikan bahwa kasus Metabolic Syndrome Diseases (MSD) atau penyakit metabolik telah menjadi masalah kesehatan serius di negara kita. Insidennya semakin meningkat dari tahun ke tahun dan sudah merambah pada golongan usia muda; bahkan  salah satu penyakit yaitu cerebrovaskuler telah menjadi penyebab kematian terbesar. Menurut data SRS (Sample Registration System) Tahun 2014 ) terkait penyebab kematian semua umur di Indonesia, disebutkan bahwa penyakit Stroke menempati urutan ke-1 (21.1%) penyebab kematian terbesar di Indonesia. Dan stroke yang terjadi sebagian besar dipicu dari Hipertensi. Sedangkan Hipertensi dan komplikasinya sendiri menempati urutan ke -5 (5.3%). Di Kabupaten Lumajang angka kejadian hipertensi meningkat. Menurut data survey Riskesdas,  pada tahun 2013 prevalensi penderita hipertensi sebesar 22.5% meningkat menjadi 33.8% pada tahun 2018. Pelaksanaan seminar bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas medis yaitu dokter tentang upaya penatalaksanaan penyakit ginjal kronik dan pemeriksaan micro albumin serta upaya pengendalian Hypertensi di FKTP, selain itu dengan melalui seminar tersebut jejaring kerjasama dan koordinasi pengendalian PTM dapat terjalin di lintas sektor dan lintas program yang terlibat.

Dalam materi dr. Widodo Sp.PD KGH disampaikan tentang tatalaksana hipertensi yang terdiri dari definisi, epidemiologi, keluhan dan gejala, terapi farmakologis dan non farmakologis, kegagalan terapi, dan edukasi dalam program pencegahan dan pengendalian hipertensi. Dalam sebagian materinya, Dr. widodo menyampaikan bahwa hipertensi menjadi pintu masuk timbulnya berbagai macam gangguan penyakit diantarnya kebutaan, stroke, ginjal kronis, jantung koroner, gagal jantung, perdarahan otak dan lain sebagainya. Untuk itu menjadi sangat penting dalam ketepatan menegakkan diagnosa hipertensi, salah satunya melalui pengukuran tekanan darah yang benar dengan menggunakan alat pengukur yang tervalidasi dan terkalibrasi secara berkala. Dalam mengobati penyakit hipertensi terdapat 2 terapi yaitu yang bersifat farmakologis dan non farmakologis. Terapi farmakologis menggunakan obat antihipertensi  dan non farmakologis berhubungan dengan strategi perubahan gaya hidup. Seperti; diet rendah garam dan aktifita fisik setiap hari selama 30 – 60 menit. (LUA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang