Program Indonesia Sehat dengan pendekatan Keluarga merupakan program baru pemerintah yang dimulai sejak tahun 2016 untuk mengetahui kondisi derajat kesehatan keluarga pada akhirnya didapatkan Indeks Keluarga Sehat. Jawa Timur pada tahun 2016, sudah melakukan uji coba pada 9 kabupaten, namun Kabupaten Lumajang tidak termasuk dari uji coba program tersebut. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (Keluarga Sehat) di Kabupaten Lumajang baru diperkenalkan pada tahun 2017 dengan 8 puskesmas lokus (lokasi pilihan) antara lain wilayah Puskesmas Klakah, Puskesmas Kedungjajang, Puskesmas kunir, Puskesmas Sukodono, Puskesmas Rogotrunan, Puskesmas Pasirian, Puskesmas Senduro dan Puskesmas Yosowilangun pada 19 Desa dengan jumlah kunjungan 23.153 rumah tangga. Target program ini harus terselesaikan pada tahun 2019 dengan kunjungan seluruh keluarga di Kabupaten Lumajang.

Pelaksanaan Program Keluarga Sehat belum mencakup seluruh wilayah di kabupaten Lumajang mendapatkan Sosialisasi program keluarga sehat. Untuk mempersiapkan keberlangsungan dan keberhasilan pelaksanaan program Keluarga Sehat pada Program Indonesia Sehat di tahun 2017, maka program ini perlu diketahui  dan didukung oleh seluruh pemangku kebijakan atau kepentingan baik dari pemerintah pusat, daerah atau wilayah terkecil. Hal ini diperlukan untuk mendapat dukungan yang kuat dari para pengambil keputusan dan kerja sama dari berbagai sector di luar kesehatan baik ditingkat daerah ataupun tingkat kecamatan. Dengan latar belakang tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang melaksanakan ”Seminar Optimalisasi Peran Pemangku Kepentingan dalam Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga”.

Seminar yang dilaksanakan di Hall Arjuna Hotel Gajah Mada (26/10) yang dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, bapak Drs. Nurwakit Ali Yusron, M.Ap menyampaikan, “Program Indonesia Sehat menjadi program utama Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Lumajang, yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015 dan Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Program ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera” jelasnya. Beliau juga menjelaskan bahwa, “Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama yaitu  penerapan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN). Penerapan paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat. Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan. Pelaksanaan JKN dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan manfaat (benefit), serta kendali mutu dan biaya. Kesemuanya itu ditujukan kepada tercapainya keluarga-keluarga sehat”.

Narasumber yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, ibu dr. Dian Islami, M.Kes yang menyampaikan tentang Pentinya Dukungan Lintas Sektor dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program Keluarga Sehat. Diharapkan dengan kegiatan ini, terbentuk komitmen yang kuat seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan Kecamatan sebagai wilayah sasaran program keluarga sehat dan puskesmas sebagai pelaksana keluarga sehat dan tenaga kesehatan di Puskesmas serta mendapatkan dukungan yang kuat dari pengambil keputusan dan kerja sama dari berbagai sekor di luar bidang kesehatan di tingkat kabupaten.