Siskamling Demam Berdarah Dengue

Siskamling Demam Berdarah Dengue, Mewujudkan Kemandirian Memberantas DBD

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Lumajang. Angka kejadian DBD di Lumajang telah mengalami kenaikan dari tahun 2012 dengan jumlah 23 kasus menjadi 123 di tahun 2013 (bulan September). Strategi pencegahan yang paling efektif dalam permasalahan ini adalah dengan mengaktifkan kembali kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) DBD yang menuntut peran serta aktif masyarakat.

Siskamling DBDPSN DBD berfungsi untuk memutus rantai penularan DBD karena terdapat kegiatan Menutup, Menguras, dan Mengubur tempat tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk disertai cara efektif lain untuk menghindari gigitan nyamuk (3M Plus). Untuk meningkatakan peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan PSN, maka dicetuskanlah metode Siskamling DBD. Kegiatan ini mengambil gagasan dari kegiatan siskamling (sistem Keamanan Lingkungan) yang selama ini dilaksanakan pada malam hari untuk menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal.

Siskamling DBD adalah gerakan PSN-DBD yang ditujukan untuk membangun peran serta aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan penyakit DBD di Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh warga dengan membentuk tim-tim kecil di RT masing-masing, 1 tim beranggotakan 5 orang (ibu-ibu), 1 KK 1 orang.  Kemudian tim-tim tersebut melakukan kegiatan PSN-DBD di RT masing-masing yang dilaksanakan 1 minggu sekali dengan jadwal hari pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah (mirip jadwal siskamling desa).

Ketika tim kena jaga Siskamling DBD, masing-masing orang dalam tim melaksanakan pemeriksaan jentik di  rumah-rumah di RT masing-masing dengan sasaran pemeriksaan :

  1. Tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari
  2. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari (non TPA)
  3.  Tempat penampungan air alamiah

Tim dan pemilik rumah yang dikunjungi juga berkewajiban melaksanakan PSN-DBD di rumah masing-masing dengan cara 3M-Plus yaitu :

  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, spt bak mandi/wc, drum dan lain-lain seminggu sekali (M1)
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti gentong air/tempayan, dll (M2)
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3)

Setelah dilaksanakan kegiatan diatas, maka kegiatan selanjutnya adalah

  1. Kegiatan pemeriksaan jentik dicatat di Kartu Kamling DBD (Pemeriksaan Jentik) dan ditempel di rumah bagian depan
  2. Ketua tim melaporkan kegiatan tim kepada PPD wilayah setempat menggunakan format Laporan Siskamling DBD
  3. Kemudian PPD merekap laporan dan melaporkan ke Petugas DBD di Puskesmas
  4. Petugas DBD Puskesmas wajib merekap dan melaporkan kegiatan ini dan diintegrasikan dalam laporan PSN DBD tiap bulan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

(Sumber: pemaparan sie p2DBD pada acara sosialisasi kamling DBD Dinkes Lumajang 2014)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang