Skrining Penyakit Tidak Menular

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dukung Kegiatan Skrining Penyakit Tidak Menular di Lumajang

Bertempat di ruang pertemuan Puskesmas Rogotrunan dilaksanakan pertemuan sosialisasi lintas sektor Kecamatan Padang dan Kecamatan Sukodono dalam rangka sosialisasi kegiatan skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Iswahyuni Amd.Keb, Kepala Seksi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dalam sambutannya membuka acara tersebut menyampaikan bahwa prevalensi PTM di Lumajang meningkat dari tahun ke tahun, upaya  efektif dalam rangka melakukan pengendalian ptm  adalah dengan menemukan sebanyak-banyaknya penderita PTM dan orang-orang yang mempunyai faktor risiko penyakit tidak menular yaitu melalui kegiatan skrining kesehatan. Iswahyuni menambahkan, bahwa kegiatan skrining tidak akan berhasil tanpa dukungan dari unsur kecamatan dan desa. Untuk itu, pada kegiatan sosialisasi dihadirkan unsur lintas sektor dari kecamatan dan desa yang terdiri dari;  unsur Muspika yaitu; Camat, Kapolsek dan Danramil, unsur dari TP-PKK kecamatan dan desa, Komunitas Masyarakat Peduli Kesehatan (KMPK), Kepala Desa dan Ketua Kader Kesehatan Desa. Dalam rangka peningkatan capaian target program PTM Tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melalui dana APBN pusat menyelenggarakan kegiatan skrining secara serentak di 135 kecamatan, 675 desa di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Di Lumajang sendiri terdapat 6 kecamatan yang menjadi lokasi skrining yaitu; Kecamatan Rogotrunan, Sukodono, Tekung, Sumbersuko, Padang, dan Kedungjajang. Setiap kecamatan dipilih 5 desa dengan target capaian sasaran skrining sebanyak 1.200 orang selama kurun waktu 6 bulan dan dimulai pada Bulan Juni 2019. Pelaksana kegiatan skrining adalah kader yang telah dilatih sebelumnya oleh dinas kesehatan melalui kegiatan pembekalan kader di kecamatan yang akan dilaksanakan pada Bulan Mei 2019.

Yohana Rina Sundae, SKM.,MPH dari Seksi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur selaku narasumber sosialisasi menyampaikan bahwa kegiatan skrining bertujuan untuk melakukan deteksi dini faktor risiko PTM. Salah satu upaya promotif dan preventif pencegahan penyakit tidak menular adalah melalui POSBINDU PTM (Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular). Posbindu PTM mempunyai peran vital karena saat ini penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan pembiayaan kesehatan yang sangat tinggi.

Melalu Posbindu PTM, kegiatan pengendalian faktor risiko dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dalam beberapa tatanan, yaitu; tatanan rumah tangga, sekolah, tempat kerja, dan tempat – tempat umum lainnya. Rina menambahkan, dalam Posbindu PTM terdapat 5 kegiatan yaitu; pencatatan peserta melalui registrasi buku atau kartu pemantauan faktor risiko PTM, wawancara dengan petugas pelaksana Posbindu PTM, pelaksanaan tes kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut, pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol dan pemeriksaan  gangguan mental emosional (tes SRQ 20). Dalam kegiatan Posbindu juga dilakukan identifikasi faktor risiko melalui konseling dan edukasi. (LUA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang