Sosialisasi Vaksin Baru Pentavalen

Sosialisasi Vaksin Baru Pentavalen Bagi PKK Kecamatan

Imunisasi adalah upaya memberikan kekebalan aktif kepada seseorang dengan cara memberikan vaksin. Dengan Imunisasi, seseorang akan memiliki kekebalan terhadap penyakit. Sebaliknya, jika tidak diimunisasi, seseorang akan mudah terkena penyakit. Pada dasarnya, semua orang perlu diimunisasi, terutama orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit; seperti bayi, anak usia balita, anak sekolah, wanita hamil, wanita usia subur (WUS).

Terdapat 7 penyakit berbahaya bagi anak/bayi yang dapat ditangkal secara mudah dengan imunisasi. Penyakit-penyakit tersebut adalah Hepatitis B, Tuberkulosis, Polio (poliomyelitis), Difteri, Pertusis,Tetanus, Campak.PKK Pentavalen Lumajang

Sebagaimana kita ketahui saat ini pemerintah (Kementerian Kesehatan) telah mengeluarkan kebijakan penggunaan vaksin baru Pentavalen bagi sasaran imunisasi di Indonesia. Sebelumnya vaksin kombinasi sudah sukses digunakan dengan jenis Vaksin DPT-HB (gabungan 4 jenis vaksin dalam satu kali pemberian). Sesuai dengan namanya, Penta (Lima) valen terdiri dari gabungan 5 jenis vaksin dalam satu kali pemberian. Kelima jenis vaksin tersebut antara lain  vaksin DPT-HB ditambah Hib.
Vaksin Pentavalen tersebut berfungsi untuk mencegah penyakit Difteri, batuk rejan atau batuk 100 hari, tetanus, hepatitis B, serta radang otak (meningitis) dan radang paru (pneumonia) yang disebabkan oleh kuman Hib (Haemophylus influenzae tipe b).

Keuntungan pemberian Vaksin Pentavalen adalah untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi anak terhadap penyakit- penyakit di atas sehingga akan tumbuh lebih sehat. Vaksin Pentavalen diberikan saat anak berusia 2, 3 dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan ketika anak berusia 1,5 tahun, dengan satu suntikan lanjutan (booster). Imunisasi lanjutan memastikan kekebalan maksimal. Jadi, selain imunisasi 3 kali sebelum anak berusia 1 tahun, pastikan anak mendapatkan imunisasi lanjutan sekali lagi saat berusia 1,5 tahun.

Imunisasi Pentavalen bisa didapatkan secara gratis di semua Posyandu, Puskesmas atau fasilitas kesehatan pemerintah lainnya.

Dalam rangka mensosialisasikan penggunaan vaksin baru tersebut, pada tanggal     5 Juni 2014, dilakukan kegiatan Peningkatan Keterampilan Program Imunisasi dan Sosialisasi Mobilisasi Introduksi Vaksin Baru Bagi Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua Pokja 4 TP PKK Kecamatan. Bertempat di Hotel Lumajang, kegiatan ini penting dilakukan karena PKK berperan penting dalam penggerakan sasaran imunisasi di tingkat Kecamatan dan Desa. Berbagai materi didiskusikan pada acara ini, seperti peran PKK dalam mendukung keberhasilan program imunisasi di Kabupaten Lumajang, strategi meningkatkan cakupan UCI Desa, serta simulasi modul pemahaman imunisasi bagi peserta pertemuan.

Sosialisasi Pentavalen PKK Lumajang

Program imunisasi memang mutlak memerlukan dukungan  semua pihak untuk menggerakan sasaran terutama ibu-ibu bayi dan balita ke Posyandu, Puskesmas, atau sarana kesehatan lainnya. Kekebalan tubuh yang diharapkan dari pelaksanaan Imunisasi tidak hanya terkait kekebalan secara individu, namun kekebalan komunitas. Jika dalam sebuah komunitas terdapat beberapa bayi dan Balita yang belum diimunisasi, maka resiko penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi masih tinggi.

Tantangan imunisasi selain dari aspek kekebalan komunitas diatas, juga dari jenis imunisasi yang dipersyaratkan diterima setiap Bayi dan Balita. Lima imunisasi dasar harus sudah dipastikan diterima mereka secara lengkap baik jenis, frekwensi, maupun ketepatan jadwal pemberiannya, antara lain :
•    Imunisasi HB-0    1 kali (pada usia 0-7 hari)
•    Imunisasi BCG    1 kali (pada usia 1 bulan)
•    Imunisasi Polio    4 kali (pada usia 1, 2, 3, dan 4 bulan)
•    Imunisasi  DPT/HB    3 kali (pada usia 2, 3, dan 4 bulan)
•    Imunisasi  Campak    1 kali (pada usia 9 bulan)

Melihat jumlah, jenis, dan jadwal pemberian imunisasi diatas, menjadi tantangan tersendiri untuk meyakinkan dan memastikan sasaran dapat menerima keseluruhan jenis imunisasi sesuai jadwalnya. Peran PKK Kecamatan dan Desa sangat potensial ikut mensukseskan program imunisasi ini, baik pada aspek pendataan sasaran yang valid, penggerakan sasaran, maupun sweeping (mendatangi) sasaran yang belum imunisasi. Berbagai wadah, seperti Desa Siaga, Posyandu Gerbangmas, Dasa Wisma, dapat dijadikan sebagai wahana menggerakkan sasaran. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah terlindunginya anak-anak kita dari berbagai penyakit menakutkan yang sebetulnya dapat dicegah dengan imunisasi. (MA)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang