Survei Konsumsi Garam Beryodium Tingkat Masyarakat

Survei Konsumsi Garam Beryodium Tingkat Masyarakat Sebagai Upaya Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Kabupaten Lumajang

Masalah kekurangan gizi mikro yang masih dihadapi adalah kekurangan yodium atau lebih di kenal dengan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sesorang yang mengalami GAKI akan terjadi deficit tingkat kecerdasan sampai 50 dibawah normal. Dampak selanjutnya adalah produktifitas rendah dan pada akhirnya akan mempengaruhi status ekonomi masyarakat.

Salah satu upaya penanggulangan GAKI adalah fortifikasi yodium pada garam. Guna mengetahui tingkat konsumsi garam beryodium di tingkat masyarakat perlu dilakukan monitoring garam beryodium. Hasil monitoring garam beryodium tahun 2014 di Kabupaten Lumajang menunjukkan bahwatingkat konsumsi garam beryodium dimasyarakat sebesar 66,3%. Target yang ditetapkan adalah 90%.

Garam BeryodiumPada bulan Mei 2015 dilakukan secara bersama pemeriksaan garam beryodium di masyarakat melalui pengetesan garam beryodium yang dibawa siswa Sekolah Dasar di sekolah yang menjadi sampel. Kegiatan ini dilaksanakan di semua puskesmas dan ada sejumlah 97 SD/MI yang menjadi sampel pemeriksaan garam beryodium pada anak sekolah.

Pelaksanaan pemantauan garam beryodium di tingkat masyarakat dilakukan di Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI),  antara lain karena :

  • Peserta didik  di SD/MI adalah kelompok masyarakat yang mudah dijangkau dan dapat berperan serta aktif dalam penentuan endemisitas suatu wilayah melalui pemantauan palpasi kelenjar gondok dan pemeriksaan urin oleh petugas kesehatan sebagai bagian dari penjaringan kesehatan dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
  • Melalui garam yang dibawa peserta didik SD/MI dari rumah, maka sampel garam dapat terkumpul dalam variasi yang cukup banyak, dan terkumpul dalam waktu yang singkat.

Tujuan umum kegiatan ini adalah  terlaksananya pemantauan untuk memperoleh gambaran berkala tentang cakupan konsumsi garam beryodium yang memenuhi syarat di masyarakat. Tujuan Khususnya adalah :

  1. Diperolehnya informasi tentang Kandungan Yodium pada garam yang diperiksa di tingkat desa dengan pengujian garam.
  2. Diperolehnya informasi tentang Kategori Desa.
  3. Diperolehnya informasi tentang Bentuk Garam yang digunakan masyarakat.
  4. Diperolehnya informasi tentang Ada/Tidaknya Merk Dagang produk garam yang dikonsumsi masyarakat

Sedangkan data yang dikumpulkan :
Bentuk garam yang dikonsumsi : Halus, Curai/krosok, ataupun Briket, Merk dagang (label) garam, Tempat ibu (orang tua) murid membeli garam dan Kandungan yodium pada garam yang dilihat melalui indicator warna.

Tehnis kegiatannya murid kelas 4, 5 diharapkan membawa sampel garam dari rumah lalu dilakukan pengetesan dengan menggunakan iodine tes 1-2 tetes hingga terjadi perubahan warna. Jika pada garam timbul warna biru/ungu berarti garam tersebut mengandung cukup yodium (>30 ppm),
Jika pada garam timbul warna biru/ungu muda atau keputih-putihan berarti garam tersebut kurang mengandung yodium dan Jika pada garam tidak timbul warna biru/ungu (tetap putih) berarti garam tersebut tidak mengandung yodium.

Tindak lanjut darikegiatan ini kepala Puskesmas melaporkan kepada Camat tentang masalah-masalah yang tidak dapat ditindak lanjuti di tingkat desa/kelurahan melalui forum pertemuan tingkat Kecamatan yang ada.

Hal-hal yang perludi ketahui : Jumlah desa/kelurahan dengan kategori TIDAK BAIK yang ada di Kecamatan, Jumlah desa yang ditemukan garam non yodium, Perbedaan harga garam beryodium dengan non yodium dan Mengidentifikasi merk garam beryodium yang bermasalah yang kemudian dilanjutkan penyuluhan pentingnya garam beryodium bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya untuk mengetahui tingkat konsumsi garam beryodium di masyarakat (LDL)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang