Tingkatkan Ketrampilan Kader Saka Bakti Husada Melalui Pelatihan PPGD dan P3K

Saka Bakti Husada Dr Soebandi bertujuan untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugus depan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan dengan praktik berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Saka Bakti Husada merupakan terjemahan 7 program wajib puskesmas yang meliputi manajemen puskesmas, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu anak/keluarga berencana (KIA/KB), gizi masyarakat, pengendalian dan pembarantasan penyakit (P2P), dan pengobatan dasar. Saka Bakti Husada tadinya merupakan program inovasi PN 3, yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya masyarakat sekitar. Isti mengatakan, keberhasilan telah menyebabkan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah mengadaptasi Saka Bakti Husada dalam program pemerintah daerah.

Tak sembarang remaja bisa bergabung dalam Saka Bakti Husada. Siswa SMP, SMA, dan SMK yang bergabung ikut dalam Pramuka dengan pangkat minimal penggalang dua. Mereka dipandang memiliki pengalaman organisasi yang mumpuni, serta kemampuan memahami materi pengarahan. Remaja peserta Saka Bakti Husada akan mendapat silabus berisi materi pengarahan.

Puskesmas Sumbersari mempunyai Saka Bakti Husada yaitu Dr Soebandi, dalam latihan pertamanya kader Saka Bakti Husada yang disingkat SBH dilatih PPGD dan P3K, hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan kader SBH dalam hal ini dibidang krida Penanggulangan Penyakit. Diharapkan para kader SBH bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal kelak … SALAM PRAMUKA…(Royssal)