Uget-Uget Lenyap, TB Tersosialisasi

Sinkronisasi Kegiatan, antara DBD dan TB Paru

Demam Berdarah (DB)? Siapa yang tidak mengenal penyakit ini. Secara umum banyak masyarakat yang sudah familiar dengan penyakit Demam Berdarah (DB). Apalagi akhir-akhir ini merupakan musim penghujan, dimana perkembangbiakan nyamuk bertambah pesat serta korban Demam Berdarah pun bertambah di berbagai daerah.

Dalam menyikapi masalah tersebut Puskesmas Gucialit Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menggelar aksi Live Performance “Untukmu Masyarakatku” pada Sabtu, (26/03/2016), menyusul banyak ditemukannya  kasus suspect DB dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.ANtara DBD dan TB Paru

Dalam aksi ini Puskesmas Gucialit tidak hanya membahas tentang Demam Berdarah saja, melainkan beberapa kegiatan penunjang sehingga tidak hanya satu masalah yang dapat diatasi tetapi juga dapat mencegah masalah lainnya muncul. Aksi ini merupakan aksi tim “PROSAGI (Promkes, Sanitasi &Gizi)” Puskesmas Gucialit yang diharapkan dapat berjalan secara efektif dan efisien.

“Pe eS eN,  MO NEv GAram, Inspeksi SSD, Rumah Tangga Sehat” adalah rentetan  aksi PROSAGI. Dalam aksi Live Performance “Untukmu Masyarakatku”  tim Puskusmas juga dibantu oleh tim kader kesehatan, tim TP PKK Desa (Pokja IV) dan tim Desa (ibu Kasun, ibu RT). Kerjasama ini dibentuk atas dasar sukarela oleh masing-masing tim agar tercipta masyarakat sehat.

Berbeda dengan live performence pada umumnya, aksi Live Performance “Untukmu Masyarakatku” Puskesmas Gucialit menggelar aksi Sosialisasi TB Paru “TOSS TB – Bersatu Menuju Gucialit Sehat dan Indonesia BEBAS TB 2020”. Hal ini juga bertepatan dengan peringatan HARI TB SEDUNIA 24 MARET 2016.

Puskesmas sengaja mengambil momen bersamaan kegiatan PROSAGI dalam memperingati hari kesehatan tersebut agar partisipasi aktif dari seluruh tim dapat menularkan dampak positif ke masyarakat “Uget-Uget dirumah Lenyap, TB tersosialisasi”. Kegiatan ini tak perlu dana yang banyak, cukup dengan membuat selebaran mengenai “Etika Batuk, 5 Langkah STOP TB dan TB dapat Disembuhkan”. Sosialisasi mengenai TB dilakukan setelah pemeriksaan jentik Tim Puskesmas Gucialit di masing-masing anggota rumah tangga yang di kunjungi.

Dari hasil pemantauan 34 rumah di Dusun Sidorukun RT 05 wilayah kerja posyandu Melati Desa Gucialit terpantau jentik (uget-uget) di bak mandi, di tempat-tempat CTPS, dan di wadah-wadah yang tergenang air. Hasilnya 3 rumah postif jentik (uget-uget) dengan Aangka Bebas Jentik (ABJ)  sebesar 91,17%. Persentase tersebut  masih masuk dalam kategori buruk dan masih perlu adanya peningkatan karena belum sesuai dengan target ABJ yaitu sebesar 95%. Oleh karena itu, kegiatan PSN ini harus terus dilakukan baik oleh individu, RT maupun oleh petugas kesehatan. Dukungan aktif dari semua sektor juga perlu ditingkatkan sehingga kegiatan ini dapat berjalan semakin baik dan dapat mencapai  hasil yang maksimal yang tujuannya untuk masayarakat (By : Puskesmas Gucialit/2016)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang