Upaya Meningkatkan Kualitas Kesehatan Jiwa

Sosialisasi Peningkatan Kualitas Program Kesehatan Jiwa Kabupaten Lumajang

Pada Tahun 2020 Gangguan Depresi Mayor (GDM) diperkirakan  menjadi penyakit terbanyak ke 2 setelah penyakit jantung koroner. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan bahwa pelayanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi salah satu tolok ukur indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) daerah atau kabupaten. Artinya bahwa, setiap penderita ODGJ harus mendapatkan pelayanan sesuai standar, yaitu mendapatkan akses pelayanan promotif dan preventif, dan pelayanan pengobatan oleh dokter dan perawat di puskesmas. Untuk memenuhi standar pelayanan minimal tersebut diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa di daerah atau kabupaten. Pada hari Selasa, 28 Mei 2019 bertempat di Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa menyelenggarakan “Pertemuan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Program Kesehatan Jiwa Kabupaten Lumajang”. Agus Hari Widodo, SKM.,M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dalam sambutannya menyampaikan, bahwa masalah penangan ODGJ menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

Upaya serius dari lintas sektor yang terlibat bekerjasama dengan masyarakat akan mampu mengurangi permasalahan dalam penanganan dan pemulihan penderita ODGJ. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa menjadi hal yang wajib untuk dilakukan, yaitu melalui; optimalisasi pelaksanaan program bebas pasung dan pemberdayaan ODGJ. Pembentukan wadah organisasi penanganan ODGJ di tingkat kabupaten dan kecamatan. Peningkatan peran aktif stakeholder dalam memberikan pelayanan komprehensif kepada ODGJ, dan peningkatan cakupan serta kualitas pelayanan pada ODGJ, keluarga dan masyarakat. Pertemuan  sosialisasi menjadi wadah dalam memfasilitasi komitmen, koordinasi dan kerjasama sektor yang terlibat dalam upaya penanganan dan pemulihan ODGJ. Peserta sosialisasi berasal dari 3 unsur yaitu; petugas kesehatan jiwa puskesmas, perawat Ponkesdes dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan).

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah 2 narasumber yang berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Lumajang dan dokter spesialis kesehatan jiwa RSUD dr. Haryoto Lumajang. Dra Latifah Hanum pemateri dari Dinas Sosial menyampaikan, bahwa permasalahan penanganan ODGJ di Lumajang antara lain meliputi; keterbatasan daya tampung rumah sakit jiwa pemerintah dan swasta, sehingga Dinas Sosial mengalami kesulitan dalam penanganan rujukan ODGJ. Kurangnya pengetahuan keluarga dan masyarakat dalam merawat orang psikotik sehingga mereka lebih senang memasung agar tidak mengganggu lingkungan dan keluarga.

Adanya keterbatasan daya tampung panti yang dimiliki dinas sosial provinsi dalam menindaklanjuti rehabilitasi sosial pasca pengobatan di rumah sakit jiwa. Kondisi kesehatan yang rentan pada ODGJ pasung. Untuk itu, dalam upaya penanganan ODGJ di Lumajang, Dinas Sosial melakukan berbagai upaya antara lain; melakukan bimbingan dan pelatihan keterampilan servis atau perbaikan sepeda motor bagi ODGJ yang telah sembuh sehingga mereka dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas dalam berinteraksi di masyarakat. Pendampingan ODGJ yang telah di rehabilitasi dan kembali lagi ke masyarakat yaitu melalui pelibatan peran pendampingan oleh TKSK, Karang Taruna, Tagana dan lain sebagainya. Pemberian bantuan pengembangan usaha dalam bentuk modal dan stimulan alat atau barang yang disesuaikan dengan jenis usaha ODGJ. dr. Kusufia Mirantri, SP.KJ narasumber dari RSUD dr. Haryoto Lumajang menyampaikan materi tentang penanganan ODGJ yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat dan keluarga.

Dalam upaya penanganan permasalahan ODGJ diperlukan identifikasi masalah yang mendalam sehingga upaya yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Peran keluarga dalam penanganan ODGJ diantaranya dengan mengajak berobat penderita ODGJ dan merawat dengan baik, tidak melakukan pemasungan dan membantu proses rehabilitasi. Adapun peran masyarakat meliputi; pelaporan kasus ODGJ jika ada yang mengganggu, menggelandang, atau dipasung. Melakukan pendampingan bersama keluarga dalam kepatuhan meminum obat, dan membantu proses rehabilitasi pasien ODGJ yang telah sembuh dan kembali ke masyarakat. Peran pemerintah diantaranya melalui upaya penurunan kesenjangan pengobatan dengan meningkatkan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan terutama psikiater dan professional kesehatan jiwa, peningkatan peran aktif penyedia layanan kesehatan jiwa non spesialis yang terlatih, dan bimbingan dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat sebagai orang yang terkena dampak gangguan jiwa secara langsung.(LUA)

The following two tabs change content below.
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Lukman Afifudin, SKM, MPH

Penulis sehari-hari bekerja di Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang, pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Latest posts by Lukman Afifudin, SKM, MPH (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang