Workshop Kesiapan Rujukan IGD-UGD Modern

Pemkab Selenggarakan Workshop Kesiapan Rujukan IGD-UGD Modern

Sebagai upaya meningkatkan mutu standar fasilitas pelayanan kesehatan terhadap keselamatan pasien gawat darurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Workshop Kesiapan Rujukan dalam Standarisasi IGD-UGD Modern Kabupaten Lumajang tahun 2019, bertempat di Hall Arjuna Hotel Gajah Mada Lumajang, Senin (18/3/2019).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius saat membuka acara mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang harus di wujudkan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Menurutnya, penyelenggaraan upaya kesehatan yang bermutu adalah kegiatan pelayanan kesehatan, yang dilaksanakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan prinsip efisien dan efektif, sesuai dengan kewenangan medis pada setiap tingkatan.

“Di Lumajang, ada dua penyelenggaran upaya kesehatan yang bermutu, diantaranya FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, red) yakni Pukesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat, red), dan FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut, red) yakni Rumah Sakit,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Bayu juga menjelaskan bahwa Puskesmas adalah fasilitas kesehatan tingkat pratama sebagai unit pelaksana teknis dari Dinas Kesehatan di Kabupaten, yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.

Selain itu, dijelaskan dr. Bayu, Puskesmas juga mempunyai peran untuk melaksanakan upaya kesehatan sebagai Pusat Pembangunan Wilayah Berwawasan Kesehatan, Pusat Pemberdayaan Masyarakat, Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat, dan Pusat Pelayanan Kesehatan Perorangan, sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas.

Sedangkan, Rumah Sakit adalah fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut sebagai institusi pelayanan kesehatan, yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif). Dan, Rumah Sakit wajib menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Rumah Sakit adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut. Rumah Sakit juga merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan, maupun rujukan berjenjang,” jelasnya.

Disamping itu, dr. Bayu juga menyampaikan, bahwa Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas masalah kesehatan masyarakat, dan kasus-kasus penyakit yang dilakukan secara timbal balik secara vertikal, maupun horizontal.

“Artinya suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan dari unit yang berkemampuan kurang, dilimpahkan kepada unit yang lebih mampu untuk mengatasi kasus penyakit atau masalah kesehatan,” ujarnya.

dr. Bayu menambahkan bahwa di Kabupaten Lumajang, untuk sistem rujukan telah diatur dalam Peraturan Bupati Lumajang Nomor 32 Tahun 2018 tentang Sistem Rujukan, yang kegiatannya adalah Rujukan Balik, Rujukan upaya kesehatan perseorangan, Rujukan upaya kesehatan masyarakat, Penyelenggaraan upaya kesehatan yang bermutu, Penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan yang bermutu, Jenjang rujukan, Wilayah cakupan rujukan (Wilayah Rujukan Regional), dan Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan.

Dirinya berharap, dengan pemahaman dan pengetahuan melalui kegiatan workshop tersebut, upaya peningkatan penanganan kesehatan gawat darurat dapat menunjang pelayanan dasar dan respon time rujukan, sehingga dapat menanggulangi pasien gawat darurat baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaaan bencana.

Workshop ini dihadiri dan diikuti oleh sekitar 102 orang peserta yang terdiri dari jajaran Dinas Kesehatan, Tim Pembinaan dan Pertimbangan Teknis Perizinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit, Kepala Puskesmas dan Dokter penanggung jawab Unit Gawat Darurat (UGD), serta Dokter penanggung jawab Klinik se-Kabupaten Lumajang. (Abd)

The following two tabs change content below.
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Lukman Afifudin, SKM, MPH

Penulis sehari-hari bekerja di Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang, pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Lukman Afifudin, SKM, MPH

Latest posts by Lukman Afifudin, SKM, MPH (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang