WUS, Remaja Putri, dan Zat Besi

Remaja Putri Bersiap Menjadi WUS Sehat

Sasaran pembangunan kesehatan adalah peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan antara lain ditandai oleh peningkatan harapan hidup, menurunnya tingkat kematian bayi, dan kematian ibu melahirkan. Angka kematian ibu (AKI) merupakan barometer pelayanan kesehatan disuatu negara. Bila AKI masih tinggi berarti pelayanan kesehatan ibu belum baik. Sebaliknya bila AKI rendah berarti pelayanan kesehatan ibu sudah baik.

Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita dalam usia reproduksi, yaitu usia 15 – 49 tahun baik yang berstatus kawin, janda maupun yang belum menikah. Remaja putri (usia 10 -19 tahun) merupakan bagian dari WUS yang harus kita perhatikan mengingat mereka adalah calon ibu dalam keluarga saat menikah nanti. Tetapi justru banyak fenomena yang memperlihatkan sebagian remaja belum mengetahui dan memahami tentang kesehatan reproduksinya.Fe pada WUS dan Remaja Putri

Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Banyak sekali yang berkaitan dengan hal ini, mulai dari pemahaman mengenai perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksi, pemahaman mengenai proses-proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan tak diinginkan, aborsi, penularan penyakit menular seksual termasuk HIV.

Program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan topik yang perlu diketahui oleh masyarakat dan para remaja agar mereka memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.

Angka perkawinan usia muda di Kabupaten Lumajang masih cukup tinggi, yaitu berkisar 30% pada tahun 2015. Begitu juga dengan anemia remaja dan kehamilan pada usia remaja juga masih cukup tinggi, sehingga sangat perlu melakukan intervensi pada kelompok remaja sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan usia perkawinan dan mempersiapkan mereka menjadi perempuan yang sehat dan siap menjadi ibu.

Berdasarkan kondisi di atas, maka Seksi Kesehatan Ibu dan Balita melaksanakan kegiatan pembekalan petugas pelayanan WUS, dengan harapan pelayanan kesehatan WUS khususnya pada kelompok remaja dapat lebih optimal dan menjadi perhatian lintas program dan sektor terkait. Salah satu topik yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah terkait dengan penanggulangan anemia pada remaja putri yaitu dengan pemberian tablet tambah darah sebagai persiapan untuk menjadi ibu hamil, karena wanita yang menikah atau hamil lebih banyak membutuhkan zat besi untuk pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Akibat kekurangan zat besi pada ibu hamil antara lain akan mengalami keguguran, BBLR dan perdarahan, yang menjadi penyebab tertinggi kematian ibu melahirkan.

Saat ini program pemberian tablet tambah darah bagi remaja kembali di galakkan, target pemberiannya secara nasional adalah 10 % remaja putri mendapatkan tablet tambah darah dengan dosis pencegahan yaitu Remaja putrid (10-19 tahun) atau WUS (wanita usia subur) 15-45 tahun sehari 1 tablet selama 10 hari saat mentruasi dan 1 tablet tiap minggunya, jadi total tablet tambah darah (fe) yang akan diterima oleh remaja putri adalah 13 tablet selama 4 bulan. Fakta di lapangan selama ini tablet tambah darah yang menjadi salah satu alternative untuk menanggulangangi anemia di lapangan hanya masih diberikan kepada ibu hamil saja, dan untuk remaja putri belum maksimal di lakukan. Kalau kita bicara tentang cakupan tambah darah Fe 3 dimana ibu hamil yang telah diberikan tablet tambah darah selama 90 kali sekitar 89,65%, akan tetapi cakupan tablet tambah darah yang tinggi ini tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kejadian anemia pada ibu hamil ataupun kasus kematian ibu karena perdarahan.

Hal diatas dibuktikan masih tingginya kasus anemia ibu hamil dan kejadian perdarahan pada ibu hamil saat melahirkan. Melihat hal ini perlu dikaji tentang pola pemberian fe, cara minumnya, pemantauan minumnya apakah benar diminum dan apa ada kesalahan dalam pencatatan dan pelaporan. Realita di lapangan masih banyak ibu hamil yang berkeluh bila minum tablet tambah darah yang diminum membuat mual ibu hamil, sehingga menjadi malas untuk minum, hal ini dapat menjadi salah satu sebab droup outnya minum tablet tambah darah pada ibu hamil sehingga berakibat kasus kejadian anemia ibu hamil masih tinggi.

Pada kegiatan ini disampaikan juga bagaimana menjadi Wanita usia subur yang sehat yang memiliki lingkar lengan atas ( LILA ) lebih dari atau sama dengan 23,5 cm, karena bila ibu hamil LILA nya kurang dari 23,5 cm maka akan berakibat ibu hamil tersebut kurang energy kronis (KEK) yang dapat melahirkan bayi lahir rendah.

Kembali pada anemia pada remaja putri bahwa upaya ini memang benar adanya untuk dilakukan karena kasus kematian ibu hamil di kabupaten Lumajang sebagian besar karena ibu hamil yang menderita penyakit dan karena perdarahan, maka perlu adanya penyiapan remaja putri yang menjadi wanita usia subur yang siap untuk menjalani proses kehamilan saat usianya tiba nantinya. Kenyataan di lapangan tidak semua sekolah melaksanakan program pemberian tambet tambah darah pada remaja putri sesuai dengan pedoman. Hal ini terkendala oleh kurangnya sosialisasi tentang dampak anemia pada remaja putri dan pentingya pemberian tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah dan penyediaan saran obat tablet tambah darah.

Dalam upaya penyediaan tablet tambah darah tersebut perlu adanya kontribusi dari pihak sekolah maupun dari orang tua untuk mampu mandiri menyediakannya karena kalau hanya dilimpahkan pada pihak DInas kesehatan tidaklah mencukupi. Oleh karenanya dengan kegiatan ini diharapkan untuk kembali melakukan gerakan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri untuk mampu menyiapkan menjadi wanita usia subur yang sehat dalam menjalankan siklus kehidupan menjadi ibu hamil nantinya .. (LDL)

The following two tabs change content below.
Avatar

Dinkes Lumajang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Resmi Dinkes Lumajang