Dinas Kesehatan

-   319 kali  
PEMKAB LUMAJANG AJUKAN INSENTIF UNTUK NAKES YANG TANGANI COVID-19
PEMKAB LUMAJANG AJUKAN INSENTIF UNTUK NAKES YANG TANGANI COVID-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah mengajukan insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani Covid-19 di sejumlah puskesmas dan dua rumah sakit rujukan, yakni RSUD dr. Hariyoto dan Rumah Sakit PTP XXIV Jatiroto Lumajang.

"Jadi kedua rumah sakit itu adalah rumah sakit rujukan yang mendapat insentif, sehingga tenaga kesehatan yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan insentif, sudah kita minta untuk mengajukan nama-nama yang memenuhi persyaratan administrasi, sesuai ketentuan Permenkes 278 Tahun 2020," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (5/7/2020).

dr. Bayu juga mengatakan, bahwa insentif untuk 233 orang nakes di RSUD dr. Hariyoto telah diajukan selama tiga bulan, terhitung mulai Maret, April dan Mei 2020, dengan rincian Rp157.383.300 untuk bulan Maret, Rp440.677.300 bulan April dan Mei Rp502.722.400.

Kemudian, untuk 86 orang nakes di Rumah Sakit PTP XXIV Jatiroto, hanya mengajukan selama dua bulan, yakni April dan Mei, dengan rincian Rp176.930.300 pada April dan Rp246.930.000 pada Mei 2020.

"Jadi ini untuk dua rumah sakit, karena verifikatornya ada di Kemenkes, dan untuk RS Jatiroto baru proses pengiriman, tapi belum mendapatkan feedback (umpan balik, red)," ujar dia.

dr. Bayu menambahkan, bahwa data yang mendapatkan insentif lain, yaitu 25 puskesmas. Dan telah dikirim ke kemenkes mulai 4 Juni 2020 lalu. "Jadi mulai 4, 11, 12 dan 15 Juni kita sudah kirim ke Kemenkes dan disetujui, tetapi belum ada rekomendasi secara tertulis," imbuhnya.

Kemudian, insentif untuk dinas kesehatan (dinkes) sudah mengajukan ke Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Provinsi Jawa Timur. Dengan rincian Rp10.000.000 pada bulan Maret, Rp14.999.900 pada April dan Rp 9.999.000 pada bulan Mei 2020.

"Untuk dinkes, kita telah mengajukan ke PPSDM Provinsi. Jadi kalau dinkes itu ke provinsi pengajuannya," pungkasnya. 

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 271 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 264 kali Baca...