Dinas Kesehatan

26 Oktober 2020   123 kali  
KINI, MASYARAKAT LUMAJANG DIPERBOLEHKAN KEMBALI GELAR KEGIATAN KEMASYARAKATAN
KINI, MASYARAKAT LUMAJANG DIPERBOLEHKAN KEMBALI GELAR KEGIATAN KEMASYARAKATAN

Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengatakan, bahwa dirinya telah memperbolehkan masyarakat Lumajang untuk menggelar kegiatan kemasyarakatan seperti sebelumnya, tetapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Sekarang ini, saya telah menerbitkan Peraturan Bupati Lumajang Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pedoman Kegiatan Kemasyarakatan pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Jadi, masyarakat telah diperbolehkan lagi untuk menggelar berbagai kegiatan sosial, tetapi wajib patuhi protokol kesehatan," kata dia dalam Konferensi Persnya di Kantor Bupati Lumajang, Senin (15/6/2020).

Cak Thoriq juga mengatakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan telah diatur ketat dalam Perbup tersebut, yakni dengan mematuhi protokol kesehatan seperti wajib bermasker, menyediakan fasilitas cuci tangan/ hand sanitizer, melakukan pengecekan suhu tubuh dan jumlah pengunjung juga dibatasi 50% dari kapasitas tempat.

Lanjut dia, selain itu saat menyelenggarakan kegiatan nantinya, masyarakat tidak boleh menghadirkan tamu undangan atau peserta dari luar Kabupaten Lumajang, memastikan pengunjung yang datang tidak terjangkit Covid-19, penggunaan pengeras suara hanya diberlakukan di dalam tempat kegiatan, serta pelaksanaan kegiatan dibatasi paling lama tiga jam.

"Inti dari Perbup ini adalah membuat pedoman kegiatan kemasyarakatan yang harus dipatuhi oleh masyarakat Lumajang, berkenaan dengan kondisi pandemi yang saat ini harus patuh pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Thoriq juga mengungkapkan, bahwa adapun kegiatan kemasyarakatan yang dimaksud, diantaranya kegiatan resepsi pernikahan, keagamaan di dalam maupun luar tempat ibadah, sosial budaya, olahraga, kesenian, kelompok komunitas tertentu dan atau kegiatan lain yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak diatur dalam Perbup tersebut.

"Sekarang ini kegiatan kemasyarakatan telah kita atur, kita buat pedoman supaya sirkulasi perekonomian masyarakat ini hidup, tujuan utamanya itu," ungkap dia.

Ia menambahkan, bahwa untuk kegiatan resepsi pernikahan mendapat pelonggaran dalam masa adaptasi kenormalan baru atau new normal. Meski demikian, dalam menyelenggarakan pesta pernikahan tersebut warga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan harus mendapatkan izin dari kepolisian terdekat.

"Jadi, nanti masyarakat harus mengikuti mekanisme yang ada, yaitu harus mendapatkan izin dari kepolisian setempat, sekiranya kegiatan yang belum menjadi prioritas tentu ada pertimbangan dari kepolisian diizinkan atau tidak," imbuhnya.

Banyak Dibaca





PEMERIKSAAN GRATIS
29 Oktober 2019 271 kali Baca...
Sosialisasi Penertiban CFD dan CFN
09 Januari 2019 264 kali Baca...